BERAU – Pemisahan kelembagaan antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) mulai membawa konsekuensi serius pada pemetaan kekuatan logistik dan Sumber Daya Manusia (SDM).
Di balik klaim bahwa operasional saat ini sudah efektif, realita di lapangan menunjukkan persoalan seperti bidang kedaruratan justru tengah mengalami krisis personel yang cukup tidak berimbang.
Kondisi tersebut diakui secara terbuka oleh Kepala Pelaksana BPBD Berau, Masyhadi, saat dikonfirmasi mengenai kesiapan posko bencana daerah pada Sabtu (4/7/2026).
Sektor Kedaruratan Kurang Lebih Setengah dari Kuota Ideal mengarah pada minimnya jumlah personel lapangan di bidang kedaruratan yang menjadi ujung tombak penanganan bencana di Bumi Batiwakkal.
Masyhadi membeberkan bahwa saat ini petugas aktif di bidang tersebut hanya berjumlah 12 orang. Angka ini dinilai sangat minim jika dihadapkan pada luasnya wilayah geografis Kabupaten Berau yang rawan bencana.
Untuk mencapai status pelayanan yang ideal dan mencukupi, BPBD Berau setidaknya membutuhkan hampir tiga kali lipat dari jumlah personel yang ada saat ini.
“Bidang kedaruratan saat ini ada 12 (petugas). Setidaknya butuh 30-an (personel lagi agar cukup),” ungkap Masyhadi.
Sebagai langkah jangka panjang, ia menegaskan pemerintah daerah perlu membuka formasi khusus untuk penambahan SDM di bidang kebencanaan ini, yang tentunya harus diimbangi dengan peningkatan alokasi anggaran operasional kedepan.
Aset Mulai Terbagi dan Diterpa Kerusakan
Terkait pemenuhan sarana dan prasarana, Masyhadi mengklaim bahwa pemenuhan fasilitas BPBD Berau secara umum saat ini sebenarnya sudah terbilang cukup lengkap dan efektif untuk menjalankan tugas-tugas kemanusiaan.
Namun, pengolahan fasilitas ini dipastikan akan mengalami penyesuaian besar. Pasca-pemisahan kelembagaan, sejumlah unit fasilitas yang selama ini melekat di BPBD harus dialihkan kepemilikannya ke dinas pemadam kebakaran. Belum lagi adanya faktor penyusutan nilai aset akibat kerusakan beberapa alat penunjang di gudang logistik.
“Fasilitas BPBD saat ini cukup lengkap. Namun setelah berpisah dengan Damkar, ada beberapa fasilitas yang akan beralih ke Damkar. Ada juga beberapa fasilitas yang mengalami kerusakan,” akunya.
Meskipun dihantam keterbatasan jumlah personel pada bidang kedaruratan serta adanya aset yang rusak dan harus dibagi, pihak BPBD Berau tetap berkomitmen memaksimalkan sisa kekuatan yang ada untuk melakukan penanggulangan bencana di daerah secara responsif.

