BERAU, it-news.id – Sebanyak 629 guru di Kabupaten Berau tercatat sebagai peserta Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan (Daljab) tahun ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 400 guru telah menyelesaikan proses verifikasi dan validasi (verval).
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Berau, Mardiatul Idalisah mengatakan pihaknya mendorong seluruh guru, baik Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun tenaga honorer, untuk mengikuti PPG.
“Kita mendorong semua guru untuk mengikuti PPG. Baik itu ASN, terutama yang honor. Karena itu sebagai syarat, nanti kalau mau mengikuti seleksi ASN atau seleksi lainnya harus mempunyai sertifikat,” ujarnya, Sabtu (11/07/2026).
Ia menjelaskan, PPG Dalam Jabatan diperuntukkan bagi guru yang telah aktif mengajar. Sementara PPG Prajabatan dilaksanakan langsung oleh pemerintah pusat, termasuk proses pendaftaran hingga penempatan peserta.
“Kalau PPG Daljab itu mereka sudah mengajar kemudian mengikuti. Kalau PPG Prajabatan yang melaksanakan langsung pusat, bagi yang sudah lulus S1 boleh mengikuti, tetapi daftarnya langsung ke pusat,” katanya.
Mardiatul menyebut, pelaksanaan PPG tidak dikenakan biaya bagi peserta. Guru hanya perlu melakukan pendaftaran secara daring dan mengikuti tahapan setelah mendapatkan pemanggilan melalui sistem SIMPKB.
“PPG tidak ada biaya apa-apa. Cuma daftar online, kemudian dilihat pemanggilannya di SIMPKB,” jelasnya.
Terkait perkembangan peserta PPG Daljab di Berau, ia menyebut masih terdapat guru yang belum menyelesaikan tahapan proses. Dari 629 guru yang terdata, 400 di antaranya telah menyelesaikan verifikasi dan validasi.
“629 yang terdata, 400 yang sudah terverifikasi. Kita masih mendorong lagi mereka untuk segera verval,” pungkasnya.
Di sisi lain, sebagian lulusan sarjana pendidikan (S.Pd) mengungkapkan adanya kendala untuk melanjutkan ke program PPG, baik jalur Prajabatan maupun Dalam Jabatan. Salah seorang lulusan S.Pd yang tidak ingin disebutkan namanya menyebut kesulitan tersebut berkaitan dengan pilihan jalur yang tersedia dan kesempatan memperoleh pengalaman mengajar.
“Kita kesulitan untuk PPG ini. Saya ingin ambil Prajabatan, tetapi jurusan yang linier tidak buka. Di sisi lain, kalau ingin melalui Daljab juga kesulitan mencari lowongan guru. Untuk honorer di sekolah negeri tidak ada, sedangkan sekolah swasta juga cukup minim lowongan,” ujarnya.
Ia berharap terdapat peluang yang lebih luas bagi lulusan pendidikan untuk mendapatkan akses menuju profesi guru, terutama dalam memenuhi persyaratan mengikuti program PPG. (Pf/*)

