BERAU – Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Pulau Panjang, Gang Pulau Panjang Blok D RT 27, Kelurahan Tanjung Redeb, Kecamatan Tanjung Redeb, Berau, Minggu (12/7/2026).

Sedikitnya sembilan rumah warga terdampak dalam peristiwa tersebut, dengan lima unit mengalami rusak berat dan empat lainnya rusak ringan.

Kobaran api yang melahap bangunan berbahan kayu membuat petugas pemadam kebakaran harus berjibaku selama lebih dari tiga jam untuk mengendalikan api agar tidak merembet ke rumah-rumah lainnya.

Komandan Regu (Danru) 4 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau, Yohanis Datu Tasik, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 11.45 Wita dari warga yang melihat api mulai membesar.

Tak berselang lama, armada pemadam langsung bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 11.50 Wita.

“Begitu menerima laporan dari masyarakat, personel langsung kami kerahkan ke lokasi. Setibanya di sana, api sudah membesar sehingga fokus utama kami adalah melokalisasi agar tidak merembet lebih luas,” ujar Yohanis.

Menurutnya, kondisi bangunan yang didominasi material kayu membuat api dengan cepat menjalar ke rumah-rumah di sekitarnya.

Data sementara mencatat objek yang terbakar merupakan rumah milik empat warga, sementara secara keseluruhan terdapat sembilan rumah yang terdampak, terdiri atas lima rumah mengalami rusak berat dan empat rumah rusak ringan.

Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 15.15 Wita. Selain memadamkan api, petugas juga melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

Yohanis mengungkapkan, salah satu kendala terbesar yang dihadapi petugas di lapangan adalah akses jalan menuju lokasi kebakaran yang sangat sempit sehingga menyulitkan mobil pemadam mendekati titik api.

“Akses jalan yang sempit menuju lokasi menjadi tantangan utama. Armada harus bergerak sangat hati-hati agar bisa mendapatkan posisi terbaik untuk melakukan penyemprotan,” katanya.

Untuk mempercepat penanganan, Disdamkarmat Berau mengerahkan 10 unit mobil pemadam kebakaran dengan pasokan air utama berasal dari ground tank Mako Damkar.

Upaya pemadaman juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD Berau, Tagana, PMI, relawan kebencanaan hingga warga sekitar yang bahu-membahu membantu proses penanganan.

Di sisi lain, petugas PLN turut melakukan pemutusan aliran listrik di sekitar lokasi guna mengantisipasi risiko korsleting listrik selama proses pemadaman berlangsung.

Berkat kerja sama seluruh unsur, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan sebelum menjalar lebih luas ke kawasan permukiman lainnya.

“Alhamdulillah api berhasil kami kuasai sehingga tidak semakin meluas. Kami mengapresiasi seluruh pihak yang ikut membantu, termasuk masyarakat yang turut mendukung proses pemadaman di lapangan,” ucap Yohanis.

Hingga Minggu sore, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat berwenang. Petugas juga masih melakukan pendataan terkait total kerugian material maupun jumlah warga yang terdampak akibat musibah tersebut.

Disdamkarmat Berau mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat dengan bangunan berbahan kayu. Pemeriksaan instalasi listrik serta penggunaan peralatan yang berpotensi memicu api diharapkan dapat dilakukan secara berkala guna mencegah kejadian serupa terulang.