BERAU, it-news.id – Temuan perburuan hiu di kawasan konservasi perairan Kabupaten Berau yang diduga dilakukan nelayan asal Malaysia Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud minta pengawasan di wilayah perairan terluar Kalimantan Timur harus diperkuat agar aktivitas serupa tidak terus berulang.
Rudy menanggapi informasi mengenai dugaan keterlibatan nelayan dari luar negeri dalam pemanfaatan hiu sebagai umpan untuk menangkap ikan bernilai ekonomi tinggi. Meski demikian, ia enggan berspekulasi terkait kemungkinan adanya aktivitas yang berasal dari wilayah Kalimantan Utara.
“Kalau Kaltara saya nggak bisa kontrol. Dia darimana-darimana. Tapi sekali lagi, kita punya Dinas Kementerian Perikanan dan Kelautan ini harus betul-betul bisa mengontrol di wilayah-wilayah yang terluar daripada wilayah Kalimantan Timur, khususnya di Berau,” Ungkapnya, Rabu (22/07/2026).
Saat ditanya apakah pengawasan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) perlu diperkuat, Rudy menjawab singkat.
“Harus. Harus diperkuat,” tegasnya.
Sebelumnya, petugas menemukan praktik perburuan hiu di kawasan konservasi Kepulauan Derawan saat patroli rutin pada awal Juli 2026.
Kepala UPTD Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kepulauan Derawan dan Perairan Sekitarnya (KKP3K KDPS) Berau, Didik Riyanto, mengatakan tim patroli mengamankan 38 ekor hiu dari tiga kapal yang diawaki 13 nelayan.
“Saat patroli kami menemukan mereka sedang menyiapkan hiu untuk dijadikan umpan pancing rawai. Barang buktinya kemudian kami amankan,” ujar Didik dikutip pada detikKalimantan, Rabu (22/7/2026).

