BERAU, it-news.id – Kebakaran melanda sebuah rumah sewaan di Jalan Marsma Iswahyudi, RT 002, Kelurahan Rinding, Kecamatan Teluk Bayur, Senin (27/7/2026) pagi sekitar pukul 08.30 Wita. Peristiwa tersebut menghanguskan bagian dapur rumah semi permanen yang ditempati penyewa dan digunakan untuk usaha laundry.

 

Kasi Humas Polres Berau, AKP Suradi, mengatakan berdasarkan keterangan awal di lapangan, kebakaran diduga dipicu kompor yang ditinggalkan dalam kondisi menyala saat penghuni keluar rumah.

 

“Penyebab kebakaran diduga sementara berasal dari kompor yang ditinggalkan dalam keadaan menyala saat penyewa rumah pergi ke luar,” ujar AKP Suradi di kutip pada Polres Berau (27/07/2026).

 

Kronologi kejadian bermula saat penyewa rumah, Nurlenni, memasak sarapan untuk keluarganya. Ketika masakan masih berada di atas kompor, ia meninggalkan rumah untuk mengantar suaminya bekerja ke wilayah Tanjung Redeb. Di tengah perjalanan, ia teringat kompor belum dimatikan dan segera kembali ke rumah. Namun setibanya di lokasi, asap telah memenuhi bangunan dan api mulai membesar.

 

Nurlenni kemudian berteriak meminta pertolongan warga. Teriakan tersebut didengar Satiman (60), yang sedang bekerja di bengkel dekat lokasi. Ia mengambil Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dari bengkelnya dan bersama warga melakukan pemadaman awal sambil menunggu petugas tiba. Warga lainnya juga menghubungi kepolisian dan petugas pemadam kebakaran.

 

Terpisah, Koordinator Lapangan Disdamkartan Berau, Agus Harianto, mengatakan laporan kebakaran diterima pihaknya pada pukul 08.55 Wita dari Ketua RT 02 Kelurahan Rinding. Sebanyak lima unit armada pemadam dari Mako Induk, Pos Teluk Bayur, dan Pos Gunung Tabur diterjunkan ke lokasi. Petugas tiba sekitar pukul 09.10 Wita dan berhasil mengendalikan api hingga proses penanganan selesai sekitar pukul 10.00 Wita.

 

Agus menjelaskan objek yang terbakar merupakan satu unit rumah semi permanen dengan kondisi rusak ringan. Tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Rumah tersebut dihuni satu kepala keluarga dengan tiga jiwa, sementara kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta.

 

Dalam proses pemadaman, personel gabungan dari Disdamkartan, Polri, TNI, PLN, Redkar, SPBU, dan masyarakat turut terlibat. Agus juga menyebut salah satu kendala di lapangan adalah keterbatasan jumlah personel. Meski demikian, api berhasil dipadamkan dan situasi di lokasi dinyatakan aman serta terkendali.