BERAU, — Rumah warga di Jalan Bulungan, Gang Bahri, RT 08, Kelurahan Gunung Tabur, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, dibobol pencuri. Uniknya, pelaku diduga masuk ke rumah tanpa merusak pintu maupun jendela.
Dalam aksi tersebut, tiga cincin dan satu gelang emas dengan total berat sekitar 15 gram serta uang tunai Rp400.000 dilaporkan hilang. Total kerugian korban diperkirakan mencapai Rp35,4 juta.
Kasus dugaan pencurian itu kini ditangani Unit Reskrim Polsek Gunung Tabur. Kapolsek Gunung Tabur Iptu Alan Firdaus membenarkan adanya laporan tersebut.
“Laporan sudah kami terima dan saat ini masih dalam proses penyelidikan. Anggota juga sudah melakukan pengecekan tempat kejadian perkara dan meminta keterangan dari pelapor maupun saksi,” ujar Alan, Selasa (11/8/2026).
Pelapor dengar suara celengan elektronik
Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 13.20 Wita setelah istri korban, Adinda, pulang ke rumah usai bekerja di kantin SMA Gunung Tabur.
Sebelumnya, sekitar pukul 10.30 Wita, saksi Zainal Bahri yang merupakan mertua korban sempat datang ke rumah untuk mengantarkan sepatu cucunya.
Saat itu, Zainal tidak membawa kunci rumah. Karena mengira Adinda tidak membawa kunci, Zainal kemudian menyimpan kunci rumah di dalam jok sepeda motor Shogun yang terparkir di samping rumah.
Zainal kemudian meninggalkan rumah untuk menjemput cucunya yang bersekolah di TK. Sekitar pukul 13.20 Wita, Adinda pulang ke rumah dengan membawa kunci miliknya sendiri.
Saat masuk ke rumah, dia mendengar suara celengan elektronik dari dalam kamar. Curiga dengan suara tersebut, Adinda kemudian memeriksa celengan yang berada di dalam lemari.
Celengan plastik elektronik berbentuk kotak berwarna biru itu ditemukan dalam kondisi terbuka. Uang yang sebelumnya disimpan di dalamnya telah hilang.
Adinda kemudian memeriksa tempat penyimpanan perhiasan di dalam laci aksesori. Dia mendapati sejumlah perhiasan emas miliknya juga telah raib.
Emas yang hilang terdiri dari tiga cincin dan satu gelang dengan total berat sekitar 15 gram.bSalah satu cincin merupakan cincin pernikahan dengan nama “ADI”. Sementara dua cincin lainnya masing-masing memiliki permata dan dalam kondisi polos.
Adapun gelang emas berbentuk rantai ditemukan dalam kondisi patah menjadi dua bagian. Berdasarkan laporan korban, nilai emas yang hilang mencapai sekitar Rp35 juta. Ditambah uang tunai Rp400.000, total kerugian diperkirakan sekitar Rp35,4 juta.
Polisi curiga pelaku masuk pakai kunci
Hal yang menjadi perhatian penyidik adalah tidak ditemukannya kerusakan pada pintu maupun jendela rumah. Polisi menduga pelaku masuk menggunakan kunci rumah.
Dalam laporan tersebut disebutkan terdapat tiga kunci rumah. Satu kunci dibawa korban, sedangkan dua lainnya berada pada saksi Adinda. Kunci yang disimpan di dalam jok sepeda motor baru dilakukan sejak Sabtu (8/8/2026).
Sebelumnya, kunci tersebut biasa disimpan di rak sepatu yang berada di depan rumah. Saat rumah ditinggalkan, Adinda diketahui pergi sekitar pukul 09.00 Wita dalam keadaan rumah kosong karena korban sedang bekerja.
Polisi kini mendalami kemungkinan adanya pihak yang mengetahui keberadaan kunci rumah tersebut.
Selain melakukan pemeriksaan di lokasi, penyidik juga menelusuri kemungkinan adanya rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar tempat kejadian.
Salah satu CCTV yang berada di Jember Mart, khususnya bagian gudang, disebut kemungkinan mengarah ke rumah korban.
“Kami masih melakukan pendalaman dan pengumpulan informasi di lapangan, termasuk mengecek kemungkinan CCTV yang dapat membantu penyelidikan,” kata Alan.
Polisi amankan kunci dan celengan
Dalam proses penyelidikan, polisi telah mengamankan sejumlah barang yang berkaitan dengan kasus tersebut. Di antaranya satu buah kunci rumah dan satu celengan plastik elektronik berbentuk kotak berwarna biru.
Hingga kini, identitas pelaku masih dalam penyelidikan. Polsek Gunung Tabur mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan rumah, terutama saat meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.
Polisi juga mengingatkan warga agar tidak menyimpan kunci rumah di tempat yang mudah diketahui atau dijangkau orang lain.
Kasus tersebut masih ditangani Unit Reskrim Polsek Gunung Tabur untuk mengungkap siapa pelaku dan bagaimana pelaku dapat masuk ke rumah tanpa meninggalkan tanda kerusakan.
“Yang jelas kasus ini masih kami lidik. Kami akan terus melakukan pendalaman untuk mengungkap pelakunya,” pungkas Alan.

