TANJUNG SELOR – Pencarian terhadap seorang anak berusia 9 tahun yang dikabarkan tenggelam di perairan Sungai Jelarai, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara Selasa sore (12/8) akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia (MD), Rabu (12/8/2026).
Korban yang diketahui bernama Daffa tersebut ditemukan di perairan Jelarai setelah tim SAR Gabungan melakukan pencarian sejak laporan anak hilang diterima.
Korban ditemukan sekitar pukul 12.45 WITA. Lokasi penemuan berada pada koordinat 2°49’18.3″N 117°24’43.0″E, atau sekitar 1,12 nautical mile (NM) dari lokasi kejadian perkara (LKP).
Setelah berhasil ditemukan, korban langsung dievakuasi oleh tim SAR Gabungan untuk selanjutnya dibawa ke RSUD Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.
Kasi Operasi Basarnas Tarakan, Dede Hariana, membenarkan penemuan korban tersebut. Ia mengatakan, korban ditemukan oleh tim gabungan di sekitar perairan Sungai Jelarai.
“Ya, korban ditemukan sekitar pukul 12.45 WITA. Setelah ini kami langsung membawa korban ke RS,” ujar Dede kepada awak media
Sebelumnya, korban dikabarkan tenggelam setelah bermain di sekitar pinggir sungai. Diduga korban terbawa arus hingga akhirnya tidak terlihat oleh keluarga maupun warga yang berada di sekitar lokasi.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada tim SAR untuk dilakukan pencarian. Tim SAR Gabungan langsung bergerak menyisir sejumlah titik di sepanjang perairan Jelarai untuk menemukan keberadaan korban.
“Upaya kita mencari korban kurang lebih hampir 24 jam dimana kita melibatkan berbagai unsur, baik dari Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, PMI, keluarga hingga masyarakat setempat,” ungkap Dede.
Lalu pencarian akhirnya membuahkan hasil setelah korban ditemukan di perairan Jelarai pada Rabu siang. Namun, korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Dan lanjut dia penemuan tersebut sekaligus mengakhiri proses pencarian yang dilakukan tim SAR Gabungan terhadap korban.
“Pencarian korban ini juga kita berterima kasih kepada semua pihak terutama kepada masyarakat dan keluarga turut membantu proses pencarian di lapangan,” sebutnya.
Dalam proses pencarian sambung dia, Kondisi perairan dan arus sungai menjadi salah satu tantangan dalam proses pencarian korban.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR terhadap anak 9 tahun tersebut dinyatakan telah membuahkan hasil. Selanjutnya, korban dievakuasi ke RSUD Tanjung Selor untuk proses lebih lanjut.
“Peristiwa ini kembali menjadi perhatian bagi masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak ketika bermain di sekitar sungai maupun perairan,Sebab, kondisi arus sungai yang dapat berubah sewaktu-waktu berpotensi membahayakan, terutama bagi anak-anak yang bermain tanpa pengawasan orang dewasa,” pungkasnya. (Lia)

