BERAU — Seekor anak beruang madu yang sempat dipelihara warga di Jalan Gunung Panjang, Kelurahan Gunung Panjang, Kecamatan Tanjung Redeb, akhirnya dievakuasi oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Berau, Rabu (5/8/2026).

 

Penyelamatan satwa dilindungi tersebut bermula dari laporan Didin, warga setempat, ke Mako Induk Disdamkarmat Berau sekitar pukul 09.20 WITA. Ia meminta bantuan petugas untuk menyerahkan anak beruang yang berada di rumahnya karena mengaku sudah tidak sanggup merawatnya.

 

Sebelumnya, anak beruang berukuran kecil itu ia dapatkan dari seseorang di kawasan Kecamatan Segah. Karena melihat kondisi satwa yang masih bayi dan khawatir akan mati jika langsung dilepas begitu saja ke hutan, Didin memutuskan untuk membawanya pulang terlebih dahulu.

 

Namun, niat awal untuk menyelamatkan satwa tersebut justru membuatnya kewalahan. Kebutuhan perawatan harian, khususnya biaya pembelian susu khusus beruang yang terbilang mahal, tak lagi mampu ia penuhi. Didin yang kebingungan akhirnya memilih melapor ke petugas agar satwa tersebut mendapat penanganan yang tepat.

 

Laporan dari warga tersebut langsung direspon oleh tim Disdamkarmat Berau dengan berkoordinasi bersama BKSDA untuk melakukan proses evakuasi di lapangan.

 

Dandru Regu 4 Disdamkarmat Berau, Yohanis Datu Tasik, menyebut armada penanganan langsung diterjunkan ke lokasi tak lama setelah menerima laporan masuk dari warga.

 

“Setelah persiapan sarana dan prasarana pendukung, personil segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi bersama tim BKSDA,” kata Yohanis.

 

Dalam proses evakuasi tersebut, sebanyak tiga personil Disdamkarmat serta satu unit mobil peralatan dikerahkan ke pemukiman warga di Jalan Gunung Panjang. Penanganan di lokasi berlangsung sekitar satu jam, dimulai pukul 09.26 WITA dan rampung pada pukul 10.22 WITA.

 

Yohanis menilai tindakan warga yang secara sukarela melapor dan menyerahkan anak beruang tersebut sudah tepat ketimbang memeliharanya tanpa izin hukum.

 

“Langkah warga yang melapor sangat tepat agar satwa ini mendapatkan penanganan yang sesuai dan bisa diselamatkan,” tuturnya.

 

Usai dievakuasi, anak beruang madu tersebut langsung diserahkan kepada BKSDA untuk dibawa ke Pusat Rehabilitasi Satwa Long Sam. Di sana, satwa dilindungi ini akan menjalani pemeriksaan kesehatan komprehensif serta proses rehabilitasi sebelum siap dilepasliarkan kembali ke alam bebas.