SAMARINDA — Hamparan tanaman jagung di lahan seluas satu hektare di Kelurahan Tani Aman, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, mulai dipanen, Rabu (2/9/2026).

 

Dari lahan tersebut, Kelompok Tani Barokah berhasil menghasilkan sekitar 1 ton jagung pipil varietas Pertiwi 5.

 

Panen jagung ini dipimpin langsung Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan kepolisian terhadap penguatan ketahanan pangan dan swasembada jagung di Kota Samarinda.

 

Dengan didampingi Wakapolresta Samarinda, para Pejabat Utama Polresta Samarinda, Kapolsek jajaran, personel Polsek Samarinda Seberang, serta anggota Kelompok Tani Barokah, Hendri Umar turut melihat langsung hasil pertanian yang dikembangkan masyarakat.

 

Menurut Hendri, hasil panen tersebut menunjukkan bahwa lahan pertanian di Samarinda memiliki potensi untuk terus dikembangkan.

 

Ia mengapresiasi kerja keras Kelompok Tani Barokah yang selama ini aktif mendukung program ketahanan pangan.

 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kelompok Tani Barokah atas kerja keras dan dukungannya terhadap program ketahanan pangan. Capaian yang telah diraih ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi kelompok tani lainnya untuk terus berkembang,” ujar Kombes Pol Hendri Umar.

 

Polresta Berikan Bantuan Pupuk

 

Tak hanya ikut dalam kegiatan panen, Polresta Samarinda juga memberikan bantuan pupuk kepada Kelompok Tani Barokah.

 

Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung keberlanjutan perawatan tanaman sekaligus membantu petani dalam mengembangkan lahan pertanian.

 

Dukungan sarana pertanian dinilai penting agar produktivitas tanaman dapat dipertahankan dan hasil panen berikutnya bisa semakin optimal.

 

Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjalankan program ketahanan pangan.

 

Bagi kelompok tani, dukungan tersebut diharapkan dapat menjadi tambahan semangat untuk terus mengolah lahan dan meningkatkan produksi pertanian.

 

Program ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga bagaimana masyarakat dapat terlibat langsung dalam menjaga ketersediaan pangan.

 

Karena itu, sinergi antara Polri, pemerintah dan kelompok tani diharapkan terus diperkuat sehingga lahan-lahan produktif dapat dimanfaatkan secara maksimal.

 

Panen jagung Kelompok Tani Barokah menjadi salah satu gambaran bahwa pengembangan pertanian di tengah perkotaan tetap memiliki peluang untuk menghasilkan komoditas pangan.

 

“Melalui sinergi antara Polri dan para petani, diharapkan program ketahanan pangan dapat terus berkembang serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.”