BERAU, IT-news.id – Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal mengeluhkan tidak kebagian tenda untuk berjualan dalam kegiatan expo di GOR Kabupaten Berau. Selain keterbatasan tempat, muncul pula informasi mengenai dugaan jual beli tenant dengan harga mencapai Rp5 juta.
Keluhan tersebut disampaikan seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Ia menyebut sejumlah UMKM lokal tidak mendapatkan tempat berjualan karena kuota tenda disebut telah penuh.
“Acara expo di GOR kebanyakan UMKM lokal tidak dapat tenda, tiba-tiba sudah penuh,” keluhnya.
Selain persoalan ketersediaan tenda, salah satu pelaku UMKM juga menyampaikan informasi yang beredar mengenai dugaan jual beli tenant dengan harga mencapai Rp5 juta. Namun, informasi tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Berau, Nanang Bakran, menjelaskan bahwa jumlah tenant dalam kegiatan expo mencapai sekitar 135 unit, yang terbagi di dalam dan luar gedung.
“Sekitar 64 booth berada di dalam GOR, sedangkan sekitar 70 tenant lainnya berada di luar dengan menggunakan tenda,” ungkap Nanang, Sabtu (10/10).
Ia menjelaskan, UMKM yang menempati booth di dalam GOR tidak dikenakan biaya sesuai ketentuan dalam kontrak. Sementara itu, sebagian tenant di area luar dikelola oleh pihak ketiga sehingga mekanisme penyediaan tempat dan pembiayaannya tidak sepenuhnya berada dalam kewenangan DPMPTSP.
“Kalau yang di dalam, sesuai dengan kontrak, tidak bayar. Kalau yang di luar-luar itu, karena bukan kewenangan kami, kami tidak tahu,” jelasnya.

