SAMARINDA — Kebakaran lahan di Perumahan Korpri Pelita 8, Kelurahan Pulau Atas, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, nyaris merembet ke permukiman warga. Kobaran api yang cepat menjalar membuat masyarakat khawatir rumah mereka ikut terbakar. Jumat (23/10/2026).
Kebakaran tersebut telah menghanguskan sekitar 20 hektare lahan. Kondisi tanah gambut yang kering dan tiupan angin kencang menjadi tantangan dalam upaya pemadaman, sementara asap tebal membumbung tinggi hingga menyelimuti kawasan sekitar.
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Dinas Pemadam Kebakaran, bersama para relawan dikerahkan untuk menjinakkan api dan mencegah kobaran meluas ke rumah-rumah penduduk.
Koordinator BPBD Samarinda, Joko Suprianto, mengatakan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 20 hektare. Petugas terus berupaya mengendalikan kebakaran agar tidak menimbulkan dampak yang lebih besar.
“Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 20 hektare. Kondisi lahan gambut dan angin kencang membuat api cepat menjalar sehingga petugas harus bekerja maksimal untuk mengendalikan kebakaran dan mencegah api merembet ke permukiman,” ujar Joko.
Karakteristik lahan gambut menjadi salah satu persoalan dalam penanganan kebakaran. Pada kondisi kering, api dapat menjalar melalui vegetasi dan bara yang bertahan di dalam lapisan tanah, sehingga penanganan membutuhkan kewaspadaan ekstra.
Di tengah upaya pemadaman, warga yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran diliputi kecemasan. Jarak kobaran api yang mendekati permukiman menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan rumah dan lingkungan tempat tinggal mereka.
Wawan, salah seorang warga, mengatakan masyarakat berharap kebakaran segera dikendalikan agar tidak meluas ke kawasan perumahan.
“Kami khawatir api merembet ke rumah karena kobarannya cukup besar dan angin bertiup kencang. Asap juga tebal sekali. Kami berharap api segera bisa dipadamkan agar tidak sampai membakar rumah warga,” kata Wawan.
Kekhawatiran warga semakin besar ketika angin berembus dan berpotensi membawa api menuju area lain. Karena itu, upaya pemadaman dilakukan untuk membatasi penyebaran kobaran sekaligus melindungi permukiman di sekitar lahan yang terbakar.
Joko mengatakan petugas gabungan terus melakukan penanganan di lapangan. Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api baru.
“Kami terus berupaya melakukan penanganan bersama petugas pemadam kebakaran dan relawan. Kami juga mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar bisa ditangani secepat mungkin,” ujarnya.
Kebakaran lahan ini menjadi perhatian karena dampaknya tidak hanya menghanguskan vegetasi, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan warga apabila api mencapai kawasan permukiman.
Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan, terutama saat kondisi cuaca kering dan angin kencang. Warga juga diminta menjauhi area kebakaran agar tidak mengganggu proses pemadaman maupun membahayakan keselamatan diri.
Petugas masih memprioritaskan pengendalian api dan pencegahan agar kebakaran tidak meluas ke rumah penduduk di Perumahan Korpri Pelita 8, Kecamatan Sambutan, Samarinda.

