SAMARINDA, – dr. Andi Satya Adi Saputra resmi terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Samarinda periode 2026-2031 dalam Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Samarinda, Sabtu (8/8/2026).
Terpilihnya Andi Satya membawa sejumlah harapan baru bagi Partai Golkar untuk kembali memperkuat konsolidasi dan meningkatkan perolehan dukungan politik di Kota Samarinda.
Usai mendapat amanah tersebut, Andi Satya menegaskan komitmennya membawa Golkar kembali menjadi salah satu kekuatan politik utama di Kota Tepian.
Ia menyebut jabatan sebagai ketua DPD bukan sekadar posisi politik, melainkan amanah yang harus dibuktikan melalui kerja nyata selama lima tahun ke depan.
“Pertama-tama kami ucapkan terima kasih atas amanah yang diberikan. Ini amanah yang sangat besar untuk kami jaga dan kami wujudkan. Mudah-mudahan apa yang diamanahkan Musda, yaitu membawa kejayaan kembali Partai Golkar di Kota Samarinda, bisa kita realisasikan,” ujar Andi Satya.
Andi Satya juga mulai dikaitkan dengan peluang maju dalam Pemilihan Wali Kota Samarinda 2029. Dorongan tersebut muncul dari peserta Musda yang menginginkan ketua terpilih bersedia maju dalam kontestasi politik mendatang.
Menanggapi peluang tersebut, Andi Satya tidak menutup kemungkinan. Namun, ia menegaskan keputusan mengenai calon kepala daerah yang akan diusung tetap berada di tangan DPP Partai Golkar.
“Dari Partai Golkar sendiri tentu nanti DPP yang berhak memberikan rekomendasi terkait siapa yang dicalonkan. Apabila DPP memberikan mandat, maka insya Allah kami siap,” katanya.
Menurut Andi Satya, selain keputusan internal partai, suara masyarakat juga akan menjadi pertimbangan penting.
“Yang terpenting adalah masyarakat, karena pemegang suara, pemilik suara adalah masyarakat. Apabila nanti desakan dari masyarakat meminta kami untuk maju, insya Allah kami siap,” ujarnya.
Andi Harun Berharap Golkar Jadi Jembatan Aspirasi
Wali Kota Samarinda Andi Harun yang hadir dalam Musda tersebut memberikan ucapan selamat kepada kepengurusan baru Partai Golkar Samarinda.
Andi Harun berharap kepemimpinan baru Golkar mampu membangun institusi politik yang sehat sekaligus menjadi jembatan antara aspirasi masyarakat dan pemerintah.
“Semoga pimpinan Partai Golkar yang terpilih, ketua yang baru beserta seluruh jajaran pengurus mampu membangun institusi yang sehat, institusi demokrasi yang sehat, dan bisa menjadi bridging, jembatan aspirasi masyarakat dengan pemerintah,” kata Andi Harun.
Sebagai partai yang memiliki sejarah panjang dan pengalaman dalam dunia politik, Andi Harun berharap Golkar dapat membangun sinergi yang positif dengan Pemerintah Kota Samarinda.
Meski dirinya merupakan kader Partai Gerindra, Andi Harun menilai hubungan baik antarpemerintah dan partai politik penting untuk memastikan kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas.
“Saya selaku kepala daerah dari Partai Gerindra berharap sinergi yang positif, sinergi yang berkualitas, sehingga mendapatkan manfaat dan mendatangkan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Andi Harun Soroti Politik Uang Jelang Pilkada
Di tengah munculnya nama Andi Satya dalam bursa Pilwali Samarinda 2029, Andi Harun turut menyinggung kualitas demokrasi dan pola kontestasi politik di masa mendatang.
Menurutnya, partai politik mulai mempersiapkan mesin politik menjelang pemilihan legislatif maupun Pilkada. Dalam situasi tersebut, ia berharap kandidat yang muncul tidak mengandalkan politik uang untuk memperoleh dukungan masyarakat.
Andi Harun mengatakan, apabila nantinya memberikan dukungan terhadap calon kepala daerah, ia akan mempertimbangkan kandidat yang mengusung kualitas, keberlanjutan pembangunan, dan Pilkada yang sehat.
“Saya mungkin akan mendukung calon kepala daerah yang benar-benar mengusung tentang kualitas, mengusung tentang keberlanjutan, dan yang ketiga, mengusung tentang Pilkada yang sehat,” katanya.
Ia menilai penggunaan uang dalam jumlah besar untuk memenangkan Pilkada justru berpotensi menimbulkan persoalan setelah kandidat tersebut terpilih.
Menurutnya, seorang calon yang mengeluarkan biaya politik terlalu besar bisa saja terdorong mencari cara untuk mengembalikan modal ketika sudah memegang jabatan.
“Setiap kepala daerah yang menghabiskan uang banyak, kita tidak bisa jamin kalau tidak menimbulkan efek kepemimpinan yang koruptif, yang tidak berpikir bagaimana mengembalikan dengan cara-cara yang tidak benar,” tegas Andi Harun.
Karena itu, ia mengajak para calon kepala daerah mendatang untuk lebih mengandalkan kerja nyata dan turun langsung ke masyarakat.
“Kerja sungguh-sungguh turun ke masyarakat. Karena kalau mengandalkan politik uang, ujung-ujungnya nanti korupsi. Ujung-ujungnya nanti penyalahgunaan wewenang,” ujarnya.
Andi Harun juga menilai masyarakat Samarinda semakin kritis dalam menentukan pilihan politik. Ia menyebut politik uang tidak selalu menjamin seorang calon memenangkan kontestasi.
Menurutnya, terdapat calon yang telah mengeluarkan banyak uang dalam pemilihan, tetapi tetap tidak berhasil memperoleh dukungan mayoritas masyarakat.
“Berapa banyak calon yang menghamburkan uang tapi tidak terpilih. Banyak yang uangnya diambil, tetapi masyarakat tetap memilih calon berkualitas,” katanya.
Ia menegaskan penerimaan uang dari kandidat tidak otomatis membuat masyarakat wajib memilih calon tersebut.
“Masyarakat tidak minta, duitnya diambil. Begitu di TPS, masyarakat Samarinda memilih calon berkualitas yang mereka harapkan bisa memimpin dengan baik,” tutur Andi Harun.
Andi Harun menambahkan, pernyataannya tersebut disampaikan dalam kapasitas sebagai wali kota. Sementara sebagai kader Partai Gerindra, ia tetap berpegang pada arahan DPP partai terkait langkah politik ke depan.
Namun, ia berharap seluruh partai politik yang nantinya memenuhi syarat untuk mengusung calon dalam Pilkada dapat menghadirkan kontestasi yang bermartabat.
“Partai-partai lain yang memenuhi syarat untuk bisa maju nanti di Pilkada, silakan maju. Tapi usung politik yang bermartabat dan kualitas Pilkada yang berkualitas,” pungkasnya.

