BERAU — Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Berau mulai menyiapkan arah kepemimpinan politik untuk menghadapi tantangan pembangunan daerah di masa mendatang.

 

Gagasan tersebut tidak sekadar menjadi wacana internal, tetapi telah menjadi bagian dari kajian dan hasil rapat pimpinan PSI Berau untuk merumuskan arah organisasi, termasuk dalam menyiapkan kader dan kepemimpinan partai di masa depan.

 

Pembina PSI Berau, Indra Teguh, mengatakan hasil kajian dan rapat pimpinan tersebut nantinya diarahkan menjadi rule organisasi atau aturan internal yang menjadi pedoman dalam proses pengkaderan dan penyiapan kepemimpinan.

 

“Ini bukan hanya gagasan perorangan. Ini menjadi bagian dari kajian dan hasil rapat pimpinan. Kami ingin ini kemudian menjadi rule organisasi, sehingga ada standar yang jelas dalam menyiapkan kepemimpinan ke depan,” ujar Indra Teguh.

 

Menurutnya, regenerasi kepemimpinan tidak cukup hanya dengan menghadirkan figur berusia muda. Anak muda yang dipersiapkan menjadi pemimpin harus memiliki kapasitas, pengalaman, wawasan, kemampuan organisasi serta integritas.

 

“Anak muda itu bukan hanya soal usia. Yang paling penting adalah kapasitas, pengalaman, wawasan, dan integritas. Itu yang harus menjadi ukuran dalam menyiapkan pemimpin masa depan,” katanya.

 

Ia mengatakan, Berau membutuhkan pemimpin yang mampu memahami persoalan masyarakat dari tingkat akar rumput hingga kebijakan pemerintahan.

 

Persoalan petani, nelayan, pelaku usaha, pemuda, masyarakat adat hingga kelompok rentan, menurutnya, harus dapat diterjemahkan menjadi kebijakan pembangunan yang terukur.

 

“Pemimpin harus memahami persoalan masyarakat secara utuh. Jangan sampai hanya kuat secara popularitas, tetapi ketika menghadapi persoalan tidak mampu mengambil keputusan dan menyelesaikannya,” tegasnya.

 

Indra menambahkan, keterbukaan politik harus berjalan beriringan dengan proses seleksi yang objektif dan berbasis kompetensi.

 

Menurutnya, partai politik tidak boleh hanya mencari figur yang memiliki popularitas tinggi ketika menghadapi momentum pemilu. Rekam jejak dan kemampuan bekerja harus menjadi bagian penting dalam menentukan calon pemimpin.

 

“Popularitas bukan satu-satunya ukuran. Kita harus melihat rekam jejak, kemampuan bekerja, pengalaman memimpin, dan yang paling penting integritas,” ujarnya.

 

Keadilan Ekologis Jadi Bagian Kajian

 

Selain persoalan regenerasi kepemimpinan, kajian internal PSI Berau juga menempatkan persoalan lingkungan dan keadilan ekologis sebagai bagian penting dalam arah pembangunan daerah.

 

Berau memiliki kekayaan ekologis berupa hutan, kawasan pesisir dan laut, karst serta keanekaragaman hayati yang dinilai menjadi modal penting bagi masa depan daerah.

 

Indra mengatakan pembangunan ekonomi harus tetap mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan dan kepentingan masyarakat yang berada di sekitar kawasan sumber daya alam.

 

“Pembangunan jangan hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi kemudian masyarakat kehilangan ruang hidup dan lingkungan mengalami kerusakan. Harus ada keseimbangan,” katanya.

 

Ia menilai masyarakat harus mendapatkan manfaat yang adil dari pemanfaatan sumber daya alam di daerah.

 

“Masyarakat jangan hanya menjadi penonton. Ketika sumber daya alam dimanfaatkan, harus ada manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat, sekaligus ada perlindungan terhadap ruang hidup dan lingkungan,” ujarnya.

 

Karena itu, arah kepemimpinan yang sedang dirumuskan PSI Berau juga diarahkan untuk mendorong transformasi ekonomi yang lebih berkelanjutan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.

 

Disiapkan Menjadi Pedoman Organisasi

 

Indra menegaskan, hasil kajian dan rapat pimpinan tersebut tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi diharapkan menjadi bagian dari sistem organisasi PSI Berau.

 

Menurutnya, aturan internal diperlukan agar proses penyiapan kader dan calon pemimpin tidak dilakukan secara spontan atau hanya berdasarkan popularitas menjelang pemilu.

 

“Kita ingin ada sistem. Siapa pun yang nantinya muncul sebagai calon pemimpin harus memiliki standar yang jelas. Ada kapasitasnya, ada pengalaman, ada integritas dan ada rekam jejak yang bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.

 

Ia menyebut arah tersebut merupakan bagian dari upaya PSI Berau membangun ekosistem kader dan pemimpin yang dapat bekerja secara berkelanjutan.

 

Visi pembangunan Berau, lanjutnya, juga harus melihat kebutuhan daerah dalam jangka panjang, termasuk kualitas sumber daya manusia, pemerataan ekonomi, keadilan sosial dan perlindungan lingkungan.

 

“Kalau kita berbicara tentang masa depan Berau, jangan hanya berpikir untuk lima tahun. Kita harus berpikir 10, bahkan 20 tahun ke depan,” ujar Indra.

 

Ia berharap rumusan organisasi tersebut dapat menjadi pijakan bagi PSI Berau dalam melahirkan kepemimpinan yang tidak hanya muda, tetapi juga memiliki kemampuan untuk bekerja dan menjawab persoalan masyarakat.

 

“Pada akhirnya masyarakat membutuhkan pemimpin yang mampu bekerja, bukan hanya pandai berbicara. Kapasitas, pengalaman, integritas dan keberpihakan kepada masyarakat harus menjadi fondasi,” pungkasnya.