SAMARINDA, — Diduga dilatarbelakangi persoalan kecemburuan terhadap mantan istrinya, seorang pria bernama Riansah menyerang La Takka menggunakan senjata tajam di Jalan Batu Besaung, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Akibat penyerangan tersebut, korban mengalami luka berat. Tangan kanannya mengalami patah tulang, sementara sejumlah bagian tubuhnya juga mengalami luka sobek akibat senjata tajam.
Kapolsek Sungai Pinang, AKP Aksarudin, menjelaskan bahwa berdasarkan laporan awal, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.20 Wita. Dugaan sementara, aksi kekerasan tersebut dipicu persoalan pribadi antara pelaku dan korban.
“Dugaan sementara, kejadian ini dilatarbelakangi persoalan kecemburuan terkait mantan istri pelaku. Namun, penyidik masih perlu mendalami keterangan yang diperoleh untuk memastikan rangkaian peristiwa tersebut,” ucapnya saat dikonfirmasi, Sabtu (24/10/2026).
Berdasarkan kronologi awal, sebelum kejadian pelaku sedang berkegiatan di kebun sambil membawa dodos dan celurit. Pelaku kemudian melihat korban melintas menggunakan sepeda motor dan turun dari kendaraannya sambil membawa parang.
Pelaku mengaku mengira korban hendak mendatanginya. Dalam kondisi emosi akibat persoalan pribadi, pelaku kemudian memukul korban menggunakan dodos dan melukainya dengan senjata tajam.
Pelaku Datang ke Polsek untuk Menyerahkan Diri
Usai melakukan penyerangan, Riansah mendatangi seorang saksi untuk meminta diantar menyerahkan diri ke Polsek Sungai Pinang. Pelaku datang dengan membawa satu celurit dan satu dodos bergagang kayu.
“Setelah kejadian, pelaku mendatangi seorang saksi dan meminta diantar ke Polsek Sungai Pinang untuk menyerahkan diri. Pelaku juga membawa dua benda yang diduga digunakan dalam kejadian tersebut,” Kata AKP Aksarudin
Saksi kemudian mengantarkan pelaku menggunakan sepeda motor ke Polsek Sungai Pinang. Setelah itu, saksi bersama personel kepolisian kembali ke lokasi untuk mengecek kondisi korban.
Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), korban ditemukan tergeletak di tanah dengan kondisi berlumuran darah. Meski mengalami luka berat, korban dilaporkan masih dalam keadaan sadar.
Petugas bersama saksi kemudian menunggu kedatangan ambulans untuk mengevakuasi korban ke rumah sakit.
Sekitar pukul 15.15 Wita, tim medis tiba di lokasi dan memberikan penanganan awal sebelum membawa korban ke RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Polisi Amankan Celurit dan Dodos
Personel Polsek Sungai Pinang bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Sempaja Utara dan Beat Patroli 110 Polresta Samarinda melakukan penanganan di lokasi kejadian.
Polisi mengamankan TKP, meminta keterangan saksi, mengamankan barang bukti, serta membuat laporan untuk disampaikan kepada pimpinan.
Dua barang bukti yang diamankan berupa satu buah celurit dan satu buah dodos bergagang kayu.
Kapolsek Sungai Pinang, AKP Aksarudin, menegaskan bahwa penanganan perkara dilakukan dengan mengumpulkan keterangan saksi dan mengamankan barang bukti.
“Petugas telah mendatangi lokasi kejadian, meminta keterangan saksi, serta mengamankan barang bukti untuk kepentingan penanganan perkara,” ungkap Kapolsek
Sementara itu, dugaan motif kecemburuan masih mengacu pada keterangan awal pelaku. Penyidik perlu mendalami lebih lanjut latar belakang kejadian serta rangkaian penyerangan yang mengakibatkan korban mengalami luka berat.

