KUTAI KARTANEGARA — Polisi mengamankan seorang karyawan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berinisial MA setelah diduga membawa puluhan liter Pertalite ke ruang rapat kantor tersebut dan melakukan upaya pembakaran.
Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Elnath Splendidta Wafiq Gemilang membenarkan adanya peristiwa tersebut. Polisi kini mendalami motif serta rangkaian kejadian yang berlangsung di lingkungan Kantor Diskominfo Kukar pada Selasa (11/8/2026) pagi.
“Betul, sejauh ini kita sudah melakukan penyelidikan, terus itu sudah mengamankan orang. Dia juga termasuk orang yang bekerja di Diskominfo,” kata Elnath saat dikonfirmasi, Rabu (12/8/2026).
MA diketahui bekerja sebagai operator call center di lingkungan Diskominfo Kukar. Berdasarkan pemeriksaan awal, polisi menduga tindakan tersebut dipicu persoalan MA dengan lingkungan kerjanya.
Elnath mengatakan, MA mengaku kesal karena kerap menjadi bahan olokan oleh rekan-rekan kerjanya. Ia disebut beberapa kali difoto, kemudian foto tersebut dibagikan ke grup hingga dijadikan bahan candaan dan stiker.
“Motifnya, dia pernah merasa kesal dengan lingkungan Diskominfo, karyawan lain, karena dirinya sering difoto, terus dimasukkan ke grup, dibuat bahan olokan, kemudian dijadikan stiker. Dibully,” jelas Elnath.
Bawa Puluhan Liter Pertalite
Sebelum kejadian, MA diduga telah menyiapkan bahan bakar jenis Pertalite. Polisi menyebut jumlahnya mencapai sekitar 30 hingga 40 liter.
“Jadi beli bensin berupa Pertalite sekitar 30-40 liter, terus dibawa ke ruangan,” ungkap Elnath.
Persiapan tersebut diduga dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 Wita. Polisi masih mendalami kronologi secara utuh melalui pemeriksaan terhadap MA dan sejumlah saksi.
Api yang muncul di ruang rapat kemudian berhasil dipadamkan oleh pegawai Diskominfo bersama petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar.
Polisi turut mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan kejadian, termasuk galon yang digunakan untuk membawa bahan bakar.
Penyidik juga masih memeriksa sejumlah saksi dari lingkungan Diskominfo untuk memastikan rangkaian peristiwa sebelum hingga setelah api muncul di ruang rapat.
Polisi Dalami Dugaan Pemukulan
Di sisi lain, polisi juga merespons informasi mengenai dugaan pemukulan terhadap MA saat diamankan.
Elnath mengaku belum memperoleh informasi yang dapat memastikan adanya tindakan tersebut.
“Kalau pemukulan, ini belum kita dengar. Kita fokus dari pembakarannya saja. Kalau misalnya ada, mungkin karena emosi orang dari situ,” ujarnya.
Menurut Elnath, MA tidak melakukan perlawanan saat diamankan. Kendati demikian, polisi tetap akan mendalami apabila nantinya ditemukan informasi baru terkait proses pengamanan tersebut.
Perkara ini masih dalam tahap penyelidikan. Polisi belum menyampaikan secara rinci mengenai nilai kerugian maupun status hukum MA karena pemeriksaan dan pengumpulan alat bukti masih berlangsung.
Elnath menegaskan, seluruh rangkaian kejadian akan didalami untuk memastikan motif serta unsur pidana dalam dugaan upaya pembakaran tersebut.
“Untuk saat ini kita masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap yang bersangkutan maupun saksi-saksi. Kita fokus mengungkap rangkaian kejadian dan motifnya,” pungkas Elnath.

