SAMARINDA — Intrusi air asin yang masuk ke aliran Sungai Mahakam mulai berdampak langsung terhadap ketersediaan air baku untuk kebutuhan masyarakat Kota Samarinda.

 

Salah satu wilayah yang terdampak adalah Kelurahan Pulau Atas, Kecamatan Sambutan. Tingginya kadar klorida akibat air sungai yang surut membuat Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pulau Atas milik Perumdam Tirta Kencana harus menghentikan sementara proses produksi.

 

Operator IPA Pulau Atas, Herdi, mengatakan kadar klorida air baku terus mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut dipantau secara berkala setiap jam untuk memastikan keamanan operasional instalasi.

 

Hasil pengujian terbaru pada Rabu (26/8/2026) pukul 15.00 Wita menunjukkan kadar klorida telah mencapai 1.575 ppm.

 

“Tadi terakhir tes jam tiga, itu 1.575,” ungkap Herdi, Kamis (27/8/2026).

 

 

 

Menurut Herdi, tingginya kadar klorida tersebut terjadi bersamaan dengan kondisi Sungai Mahakam yang mengalami penyusutan debit.

 

“Kondisi air lagi surut,” jelasnya.

 

 

 

Kenaikan kadar garam sebenarnya telah terdeteksi sejak sehari sebelumnya. Pada pagi hari, kadar klorida masih berada di kisaran 700 ppm, kemudian meningkat hingga menembus 1.200 ppm.

 

“Pagi masih 700-an kemarin, karena awal mula kan,” katanya.

 

 

 

Pompa Intake Dimatikan

 

Kondisi tersebut membuat pengelola IPA mengambil langkah antisipasi dengan menghentikan pompa intake. Keputusan itu dilakukan untuk mencegah air dengan kadar garam tinggi masuk ke sistem pengolahan dan berpotensi merusak peralatan.

 

Herdi mengatakan produksi air bersih telah dihentikan sejak Rabu pagi.

 

“Pertama mati kemarin pagi, kisaran jam delapan pagi sudah stop produksi,” terang Herdi.

 

 

 

Sebelum menghentikan pompa, pengelola IPA terlebih dahulu memaksimalkan volume air bersih di reservoir. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mempertahankan cadangan air bagi masyarakat selama produksi terhenti.

 

“Level reservoir kami pertahankan untuk tinggi, untuk penuh terus,” ujarnya.

 

 

 

Namun, cadangan tersebut kini terus berkurang karena air masih dialirkan secara terbatas untuk memenuhi kebutuhan warga di sekitar instalasi.

 

“Ini sisa setengah sudah itu,” imbuh Herdi.

 

 

 

Lima Truk Tangki Dikerahkan

 

Untuk mengantisipasi kekurangan air bersih, Perumdam Tirta Kencana mengerahkan armada truk tangki dari pusat distribusi di Jalan Cendana.

 

Sebanyak lima unit truk tangki disiapkan untuk mendukung distribusi air bersih selama IPA Pulau Atas tidak berproduksi secara normal.

 

Satu unit truk tangki dialokasikan ke kawasan instalasi, sedangkan armada lainnya didistribusikan ke masyarakat dan sejumlah fasilitas umum yang membutuhkan.

 

“Satu truk ke sini, sisanya menyebar ke warga,” jelas Herdi.

 

 

 

Lurah Pulau Atas, Gunawan, mengatakan kawasan Pulau Atas bersama Kecamatan Palaran menjadi salah satu wilayah yang merasakan dampak lebih awal akibat posisi intake yang berada relatif dekat dengan muara.

 

“Palaran dengan Pulau Atas, karena intake-nya mendekati muara,” ujar Gunawan.

 

 

 

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kota Samarinda telah menginstruksikan langkah tanggap untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.

 

“Pemerintah kota memerintahkan kami untuk bisa menangani kejadian seperti ini,” jelasnya.

 

 

 

Bantuan air bersih kemudian mulai didistribusikan menggunakan truk tangki dari pusat penampungan Perumdam Tirta Kencana di Jalan Cendana.

 

Gunawan menyebut sedikitnya dua tangki telah dikirimkan ke sejumlah titik prioritas di wilayahnya.

 

“Sudah ada pendistribusian di Pangkalan dengan Kampung Tengah,” katanya.

 

 

 

Distribusi air diprioritaskan untuk fasilitas umum, terutama tempat ibadah dan sekolah. Salah satunya untuk memenuhi kebutuhan air di SDN 003 Sambutan.

 

“Yang diutamakan seperti masjid untuk air wudhu,” tuturnya.

 

 

 

Warga Diminta Hemat Air

 

Kondisi gangguan pasokan air juga dirasakan masyarakat karena fasilitas umum harus mengandalkan cadangan penampungan mandiri dan bantuan truk tangki.

 

Kebutuhan air bahkan meningkat pada malam hari ketika masyarakat menggelar pengajian dan majelis taklim di musala.

 

“Jemaah itu banyak, membeludak, penggunaan airnya pasti lebih banyak,” katanya.

 

 

 

Gunawan mengimbau masyarakat di Pulau Atas yang mencakup sembilan RT dengan 838 kepala keluarga atau sekitar 3.077 jiwa agar menggunakan air secara bijak selama musim kemarau.

 

Ia meminta warga mempersiapkan cadangan air untuk kebutuhan rumah tangga dan tidak melakukan pemborosan.

 

“Selalu mempersiapkan air kebutuhan rumah tangganya dengan tidak melakukan pemborosan,” pesannya.

 

 

 

Masyarakat juga diminta tidak panik dan tetap bersiaga menghadapi kondisi kemarau serta potensi berlanjutnya intrusi air asin.

 

“Tetap bersabar dan tetap bersiaga menghadapi bulan kemarau ini,” katanya.

 

 

 

Sementara itu, pengelola IPA Pulau Atas masih melakukan pemantauan kadar klorida secara berkala. Operasional intake akan dilakukan dengan sangat hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi air baku serta keamanan peralatan.

 

“Harus berhati-hati karena menyangkut perawatan mesin,” tegas Gunawan.