SAMARINDA– Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Listyo Sigit Prabowo, secara resmi membuka Kejuaraan Judo Kapolri Cup 2026 yang digelar di Gor Segiri Samarinda, Senin (18/5/2026).

Kejuaraan tersebut menjadi bagian dari upaya Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam menjaring atlet-atlet judo potensial, baik dari kalangan internal kepolisian maupun masyarakat umum.

“Hari ini saya melaksanakan kegiatan pembukaan kejuaraan Kapolri Cup. Kegiatan ini diikuti tidak hanya oleh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia saja, namun juga oleh masyarakat umum,” ujar Listyo Sigit Prabowo.

Ajang bergengsi tersebut diikuti total 595 peserta yang terdiri dari 343 atlet Polri, yakni 159 atlet putra dan 184 atlet putri. Selain itu, terdapat 146 atlet umum yang terdiri dari 85 putra dan 61 putri.

Kejuaraan juga didukung sebanyak 106 offisial, masing-masing 66 offisial dari unsur Polri dan 40 offisial umum.

Kapolri Cup kali ini menjadi salah satu kompetisi judo terbesar yang mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai satuan kerja Polri dan perwakilan daerah di Indonesia.

Sebanyak 34 satuan kerja Mabes Polri dan Polda jajaran turut ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Selain itu, terdapat 18 Pengurus Provinsi Persatuan Judo Seluruh Indonesia yang juga ikut berpartisipasi.

Menurut Kapolri, kejuaraan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sarana pembinaan dan pencarian bibit atlet muda berbakat yang nantinya dapat dipersiapkan untuk tampil di berbagai event nasional maupun internasional.

“Harapan kita, selain mendapatkan talenta baru, mereka bisa dipersiapkan untuk mendukung program-program terkait event kejuaraan judo, baik nasional maupun internasional,” katanya.

Listyo menjelaskan, olahraga judo memiliki nilai penting dalam membentuk karakter atlet, terutama dalam hal disiplin, sportivitas, mental juang, dan semangat fair play.

Karena itu, melalui Kapolri Cup, pihaknya ingin menanamkan nilai-nilai positif olahraga kepada seluruh peserta yang terlibat dalam kejuaraan tersebut.

“Kita menanamkan nilai-nilai disiplin, semangat, sportivitas, dan fair play. Ini adalah bentuk kolaborasi untuk mendukung program-program olahraga di tanah air,” ujarnya.

Selain fokus pada pembinaan olahraga, Kapolri juga menyoroti dampak ekonomi dari pelaksanaan kegiatan berskala nasional tersebut. Menurutnya, dipilihnya Kalimantan Timur sebagai lokasi pelaksanaan kejuaraan diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.

“Kegiatan ini juga diharapkan bisa mendorong masyarakat yang memiliki UMKM untuk dikolaborasikan, sehingga menjadi satu kegiatan yang bermanfaat bagi semua dan menghidupkan ekonomi daerah,” jelas mantan Kabareskrim Polri itu.

Pelaksanaan Kapolri Cup kali ini juga melibatkan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang membuka stan di sekitar area kegiatan. Kehadiran UMKM diharapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi selama kejuaraan berlangsung.

Ajang tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kepolisian Negara Republik Indonesia, Persatuan Judo Seluruh Indonesia, serta pemerintah daerah di Kalimantan Timur.