BERAU – Penundaan hingga pembatalan penerbangan Sriwijaya Air di Bandara Kalimarau, Berau, pada Selasa malam (5/5/2026) menyisakan keluhan dari penumpang yang harus menunggu cukup lama. Gangguan teknis pada pesawat disebut menjadi penyebab utama terganggunya jadwal keberangkatan.

Sejumlah penumpang yang terdampak sempat tertahan di bandara sebelum akhirnya mendapat kepastian untuk diberangkatkan dihari lainnya atau bisa memilih untuk Refund Tiket. Rencana penerbangan ulang pada Kamis 7 Mei 2026 dikarenakan menunggu pesawat yang dalam tahap maintenance.

Kepala Bandara Kalimarau Berau, Patah Atabri, membenarkan adanya gangguan tersebut. Ia menyebut maskapai memutuskan menunda sekaligus membatalkan penerbangan demi keselamatan.

“Pesawat Sriwijaya mengalami gangguan teknis, sehingga penerbangan pada 5 Mei harus ditunda dan dilakukan penjadwalan ulang,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (06/05/2026).

Lamanya waktu tunggu sempat memicu keluhan, bahkan ada penumpang yang dilaporkan kelelahan.

Setelah pembatalan Penerbangan, penumpang diberikan kompensasi berupa akomodasi hotel dari pihak maskapai.

Patah memastikan maskapai akan memberikan kompensasi lanjutan sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 89 Tahun 2015 mengatur tentang Penanganan Keterlambatan Penerbangan (Delay Management) pada Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal di Indonesia.

“Maskapai memberikan kompensasi sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 89 Tahun 2015,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kecepatan penanganan dan keterbukaan informasi dari maskapai dalam situasi seperti ini. Menurutnya, penumpang membutuhkan kepastian sejak awal ketika terjadi gangguan operasional.

“Kami mengimbau seluruh maskapai agar lebih responsif dan informatif kepada calon penumpang yang terdampak delay, serta memastikan penanganan keterlambatan bisa dilakukan dengan cepat,” tambahnya.

Peristiwa ini kembali menunjukkan bahwa selain aspek keselamatan, kejelasan informasi dan kecepatan respons menjadi hal krusial dalam menjaga kenyamanan penumpang saat terjadi gangguan penerbangan.