BERAU – Keterbatasan anggaran pembinaan olahraga berdampak langsung pada terhambatnya persiapan atlet serta berpotensi memangkas jumlah kontingen Kabupaten Berau yang akan diberangkatkan ke Porprov Kalimantan Timur 2026.
Potensi atlet Berau sejatinya cukup besar. Pada babak kualifikasi Porprov, daerah ini mengikuti sekitar 52 cabang olahraga dan mampu menempati peringkat kelima di tingkat Kalimantan Timur. Dari hasil pendataan dan verifikasi, jumlah atlet dan ofisial yang masuk dalam daftar mencapai sekitar 900 orang.
Ketua KONI Berau, Taupan Madjid menjelaskan rencana awal untuk mengirim hingga 1.000 orang kini terancam tidak terealisasi. Hal ini dipicu oleh efisiensi Anggaran.
Taupan juga menyebutkan bahwa pemerintah daerah menitipkan anggaran pembinaan di Dispora sehingga, kewenangan penentuan jumlah kontingen sepenuhnya bergantung pada kemampuan anggaran pemerintah daerah. Dalam situasi efisiensi, opsi pengiriman atlet secara maksimal menjadi sulit dilakukan.
“KONI sekarang untuk anggaran itu tidak ada, nol rupiah, karena pemerintah daerah menitipkan anggaran pembinaan di Dispora,” ungkapnya pada saat dihubungi Kamis (07/05/2026).
Dampak lainnya, program persiapan seperti training center (TC) dan try out masih menunggu anggaran. Padahal, kedua program tersebut dinilai krusial untuk meningkatkan performa atlet sebelum bertanding.
“Kita perlu juga menguji kemampuan sejauh mana hasil latihan itu,” ujarnya.
Tanpa TC dan uji coba yang memadai, kemampuan atlet dinilai sulit terukur secara objektif, termasuk dalam menentukan peluang meraih medali. Sementara itu, Porprov Kaltim dijadwalkan berlangsung pada 14–27 November 2026 di Kabupaten Paser, sehingga waktu persiapan semakin terbatas.
Dari sisi kebutuhan anggaran, untuk memberangkatkan ratusan atlet diperlukan biaya minimal 8-10 miliar rupiah yang mencakup biaya transportasi, akomodasi, hingga uang saku atlet selama pertandingan.
Dengan kondisi saat ini, harapan tambahan anggaran masih bergantung pada kebijakan pemerintah daerah melalui anggaran perubahan.

