SAMARINDA, – Ribuan pelari dari berbagai kalangan memadati kawasan Mapolresta Samarinda, Minggu (26/7/2026), untuk mengikuti Bhayangkara Run 2026. Kegiatan yang menjadi penutup rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 itu tak hanya menghadirkan kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi ruang mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.
Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Endar Prihantoro mengatakan Bhayangkara Run merupakan rangkaian terakhir peringatan Hari Bhayangkara ke-80 setelah upacara puncak yang digelar pada 1 Juli lalu.
“Ini merupakan rangkaian terakhir dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80 setelah peringatan 1 Juli yang lalu. Melalui Bhayangkara Run, kami ingin mengajak masyarakat hidup sehat sekaligus mempererat kebersamaan,” kata Endar.
Menurut dia, antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut sangat tinggi. Berdasarkan data panitia, sekitar 3.000 peserta mengikuti lomba yang diikuti pelari profesional hingga masyarakat umum dari berbagai daerah.
Selain memperebutkan gelar pelari tercepat, panitia juga menghadirkan kategori best costume yang menjadi daya tarik tersendiri dan mendapat perhatian para peserta maupun penonton.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan dengan baik. Sekarang tinggal menunggu siapa para pemenangnya. Selain kategori pelari tercepat, juga ada kategori best costume yang cukup menarik perhatian,” ujarnya.
Endar menilai kegiatan olahraga massal seperti Bhayangkara Run tidak hanya bertujuan membudayakan hidup sehat, tetapi juga menjadi media memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat melalui interaksi yang lebih terbuka.
Menurutnya, semangat Hari Bhayangkara ke-80 tahun ini adalah menghadirkan institusi kepolisian yang semakin humanis, terbuka, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Pesan kami sesuai tema Hari Bhayangkara, Polri terus berkomitmen memberikan manfaat bagi masyarakat. Ke depan kami ingin terus bekerja sama dan bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan slogan “Polri untuk Masyarakat” bukan sekadar semboyan, melainkan komitmen institusi kepolisian untuk terus membangun kepercayaan publik melalui pelayanan yang profesional dan humanis.
“Kami ingin masyarakat melihat inilah Polri saat ini, yang mengedepankan sikap humanis dan rasa hormat. Kami ingin semakin dekat dengan masyarakat serta terus menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ujar Endar.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri mengapresiasi penyelenggaraan Bhayangkara Run 2026 yang dinilai mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat.
Menurut Saefuddin, kegiatan olahraga massal seperti ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mempererat kebersamaan serta mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat.
“Kami mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh jajaran Polri. Kegiatan seperti ini sangat positif karena mampu membangun semangat hidup sehat, mempererat kebersamaan, sekaligus menunjukkan bahwa Polri hadir dan semakin dekat dengan masyarakat,” ujar Saefuddin.
Ia berharap sinergi antara Pemerintah Kota Samarinda dan Polri terus diperkuat, terutama dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung berbagai program yang berdampak positif bagi masyarakat.
“Kami berharap sinergi yang selama ini sudah terbangun terus diperkuat. Pemerintah Kota Samarinda siap mendukung setiap program yang bertujuan menciptakan kota yang aman, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga,” tutupnya.

