TANJUNG SELOR – Di tengah keluhan masyarakat yang kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, dua pria diamankan polisi karena diduga mengangkut BBM bersubsidi ke luar daerah untuk dijual kembali.
Kedua pria berinisial W dan B itu diamankan Unit Resmob Polda Kalimantan Utara. Polisi turut mengamankan satu unit mobil pikap Daihatsu Gran Max dan 151 jeriken berisi Pertalite yang diduga akan dibawa ke Wahau, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur.
Pengungkapan ini menjadi perhatian karena terjadi saat masyarakat Bulungan mengeluhkan stok Pertalite yang kerap habis di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Kaltara, Kombes Pol. Yudhistira Midyahwan, membenarkan jika pihaknya baru-baru ini mengamankan kedua pria mengetap di Bulungan lalu menjual ke Kaltim.
“Ya kami baru-baru ini mengamankan 2 orang tersangka dengan BB 151 jeriken BBM jenis pertalite yang rencananya akan dibawah ke wilayah Kutai Timur untuk dijual kembali,” jelasnya, Kamis (15/10).
Kemudian sambung Yudhistira dua pria yang diamankan mengaku membawa BBM tersebut melakukan aksinya dua hingga dua kali dalam seminggu.
“akan tetapi dugaan pengangkutan ini masih kami dalami, termasuk dari mana BBM diperoleh, berapa banyak yang sudah diangkut, dan apakah ada pihak lain yang terlibat,” sambungnya.
Kemudian ditambahkan kronologi pengungkapan pengetapan berawal dari muncul pertanyaan masyarakat terkait stok BBM.
Terutama ketika ada dugaan pengangkutan 151 jeriken Pertalite ke luar daerah memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan distribusi BBM bersubsidi di Bulungan.
“Masyarakat ini kan kerap menghadapi antrean dan kesulitan mendapatkan bahan bakar untuk kebutuhan sehari-hari, dan muncul dugaan pengumpulan Pertalite dalam jumlah besar untuk diperjualbelikan kembali,” jelas dia.
Lalu yang perlu digaris bawahi bahwa BBM bersubsidi seharusnya disalurkan sesuai ketentuan dan peruntukannya. Karena itu, dugaan penyalahgunaan distribusi BBM pihaknya perlu ditelusuri secara menyeluruh agar tidak merugikan masyarakat yang membutuhkan.
Dengan adanya pengungkapan ini sambung dia diharapkan dapat dipastikan apakah aktivitas kedua pria tersebut berkaitan langsung dengan kelangkaan Pertalite yang dikeluhkan warga Bulungan.
“Hubungan tersebut masih perlu dibuktikan melalui proses penyidikan,” jelasnya.
“Yang pastinya kami akan mendalami apakah pengangkutan tersebut hanya melibatkan kedua pria yang diamankan atau terdapat pihak lain yang berperan sebagai pemasok, penampung, maupun pembeli,” pungkasnya. (Lia)

