BERAU, IT-NEWS.ID – Seorang petani berusia 64 tahun di Kampung Seramut, Kabupaten Berau, dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (22/10/2026), setelah keluarga menyebut almarhum terkejut mendengar kabar lahan kebun yang menjadi sumber penghidupannya digusur di kawasan berstatus Kawasan Budidaya Kehutanan (KBK) milik salah satu perusahaan.

Faqih, keponakan almarhum, mengatakan penggusuran tersebut diketahui terjadi pada pekan ini. Hal itu disampaikannya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp oleh IT-News pada Kamis (22/10/2026).

“Betul minggu ini, Pak,” kata Faqih saat dikonfirmasi mengenai waktu penggusuran.

Ia menjelaskan, lahan yang terdampak mencapai sekitar 10 hektare dan berkaitan dengan tiga orang pemilik. Enam hektare di antaranya merupakan lahan milik Faqih bersama almarhum, sedangkan empat hektare lainnya milik rekannya.

Menurut Faqih, lahan tersebut memiliki arti penting bagi pamannya karena menjadi sumber penghidupan yang selama ini diandalkan.

“Mungkin bagi banyak orang tanah segitu tidak ada apa-apanya, tetapi bagi om saya, itu sangat berarti karena hanya itu yang diharapkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Arsyad dari Kelompok Tani Makmur Sejahtera Seramut, Divisi Hukum, menyampaikan penyesalannya atas dugaan penggusuran tanpa pemberitahuan kepada pemilik lahan. Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp oleh IT-News, ia meminta pihak yang bertanggung jawab memberikan penjelasan atas peristiwa tersebut.

“Saya sangat menyesali tindakan PT yang melakukan penggusuran tanpa pemberitahuan,” tegas Arsyad.

Ia juga menegaskan bahwa lahan pertanian tersebut merupakan sumber pencarian dan penghidupan almarhum. Karena itu, ia meminta pihak yang bertanggung jawab atas penggusuran tersebut turut bertanggung jawab atas persoalan yang terjadi.

Hingga saat ini, belum dapat dipastikan apakah almarhum benar mengalami serangan jantung setelah mendengar kabar penggusuran tersebut. Pasalnya, belum ada keterangan resmi dari pihak medis yang mengonfirmasi penyebab pasti meninggalnya almarhum.