BERAU, IT-NEWS.ID – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Berau menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) II Tahun 2026 di Ballroom Hotel Bumi Segah, Senin (6/7). Forum tersebut menjadi momentum regenerasi kepemimpinan sekaligus penyusunan arah organisasi menghadapi tantangan zaman.
Konfercab dihadiri Ketua PW GP Ansor Kalimantan Timur H. Murjani, Ketua PC GP Ansor Berau Dr. Mufid Datusahlan, Asisten II Setkab Berau Drh. H. Mustakim Suharjana yang mewakili Bupati Berau, unsur Forkopimda, serta jajaran kader GP Ansor dari berbagai wilayah di Kabupaten Berau.
Ketua PC GP Ansor Berau, Dr. Mufid Datusahlan, mengatakan Konfercab bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, tetapi menjadi forum strategis untuk memastikan estafet kepemimpinan organisasi terus berjalan.
Menurutnya, sejak embrio organisasi lahir pada 1927, GP Ansor telah melewati berbagai dinamika dan tantangan, namun tetap bertahan sebagai wadah kaderisasi pemuda.
“Konfercab adalah momentum sakral untuk regenerasi kepengurusan, di mana estafet kepemimpinan harus terus berjalan agar organisasi tetap sehat, relevan, dan terus melahirkan kader-kader pemikir serta penggerak yang progresif,” ujarnya Senin (06/07/2026).
Ia menegaskan Konfercab tidak boleh menjadi ajang menunjukkan kekuatan kelompok, melainkan forum pengabdian kepada agama, ulama, bangsa, dan negara.
Dalam kesempatan itu, Mufid juga menyampaikan bahwa pembaruan data kepengurusan GP Ansor Berau ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Berau mengalami keterlambatan karena padatnya agenda internal organisasi. Ia meminta pendampingan agar proses administrasi organisasi ke depan dapat berjalan lebih baik.
Selain memperkuat kaderisasi, GP Ansor Berau juga mulai mengarahkan perhatian pada penguatan ekonomi organisasi. Menurutnya, kemandirian finansial menjadi salah satu fokus agar organisasi mampu menjalankan program tanpa terus bergantung pada pihak lain.
“Salah satu fokus utama kita ke depan adalah membenahi tata kelola internal, terutama dengan mulai bermain di sektor ekonomi dan bisnis mandiri. Ini adalah ikhtiar nyata agar GP Ansor menjadi organisasi yang berdaya secara finansial,” ungkapnya.
Ia berharap kepengurusan baru nantinya mampu melahirkan kader-kader muda yang mandiri secara ekonomi, bahkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Berau.
Sementara itu, Ketua PW GP Ansor Kalimantan Timur, H. Murjani, mengingatkan agar kepengurusan yang terbentuk melalui Konfercab mampu mengakomodasi seluruh kader, bukan hanya kelompok tertentu.
Menurutnya, kepemimpinan dalam organisasi merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Jangan pernah bangga ketika nama Anda tercantum sebagai pengurus, tetapi pada kenyataannya Anda tidak pernah mau mengurus organisasi,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh kader memperkuat manajemen organisasi agar GP Ansor Berau semakin progresif serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Berau yang diwakili Asisten II Setkab Berau, Drh. H. Mustakim Suharjana, menyampaikan apresiasi atas konsistensi GP Ansor dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan persatuan.
Menurutnya, Konfercab merupakan ruang bermusyawarah sekaligus merumuskan arah perjuangan organisasi agar tetap mampu menjawab perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati diri sebagai organisasi kader Nahdlatul Ulama.
Ia menilai GP Ansor selama ini telah menunjukkan perannya dalam menjaga toleransi, memperkuat persatuan, merawat kebhinekaan, serta menangkal paham-paham radikal di tengah masyarakat.
Pemerintah juga berharap kepemimpinan baru yang lahir melalui Konfercab mampu merangkul seluruh kader, meningkatkan kapasitas organisasi, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah.
“Jangan jadikan konferensi sebagai ajang kompetisi semata, tetapi jadikan sebagai ruang lahirnya persaudaraan yang semakin kokoh,” pesannya.

