BERAU, IT-NEWS.ID – Antrean kendaraan truk pengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di SPBU Bujangga kembali dikeluhkan pengguna jalan. Dalam dua hari terakhir, antrean kendaraan disebut memadati bahu jalan hingga mengganggu kelancaran arus lalu lintas di kawasan tersebut.

 

Salah seorang pengguna jalan, Tomi, mengeluhkan kondisi antrean yang dinilai memakan badan jalan. Ia mempertanyakan langkah pengelola SPBU dalam mengatasi persoalan yang berulang tersebut.

 

“Mana respons pengelola SPBU? Tidak ada tindakan kah? Makan bahu jalan raya besar ini, buat macet saja,” keluh Tomi saat melintasi kawasan tersebut.

 

Menanggapi keluhan itu, Owner SPBU Bujangga, Umar, mengatakan pihaknya telah berupaya mengatur jalur antrean agar tidak menggunakan jalan protokol. Menurutnya, pengalihan antrean dilakukan untuk mengurangi kepadatan di jalur utama.

 

“Kita mengutamakan jalan protokol. Arah antreannya kita alihkan ke jalur belakang supaya mengurangi kemacetan di jalur utama. Perubahannya sudah terlihat, karena sekarang sudah minim menggunakan jalan protokol,” ujarnya kepada IT-News, Selasa (3/11/2026).

 

Namun, pengalihan antrean ke jalur belakang juga mendapat protes dari sejumlah pihak. Karena itu, Umar menyebut pihaknya tengah mengupayakan alternatif lain dengan merencanakan pembuatan kantong parkir di sekitar SPBU Bujangga.

 

“Saya upayakan lagi buat kantong parkir di daerah SPBU Bujangga ini. Sekarang masih saya survei bagaimana kondisi dan lokasinya,” jelasnya.

 

Ia menegaskan, pengelola SPBU terus berupaya menciptakan ketertiban bagi masyarakat maupun pengguna jalan. Bahkan, pihaknya akan mengambil tindakan tegas terhadap kendaraan yang tidak mengikuti jalur antrean yang telah diarahkan.

 

“Kami tindak tegas. Yang tidak mau ikut jalur antrean, tidak akan kami isi. Intinya kita ciptakan kondisi yang kondusif,” tegasnya.

 

Umar juga menjelaskan, panjangnya antrean kendaraan dipengaruhi tingginya kebutuhan solar yang menurutnya belum sebanding dengan pasokan dari Pertamina. Kondisi tersebut membuat jumlah kendaraan yang datang untuk mengisi BBM cukup banyak. Bahkan, berdasarkan catatan pengelola, pada Selasa siang terdapat sekitar 200 truk yang mengantre di SPBU Bujangga.

 

Selain pengaturan antrean, Umar mengatakan pihaknya juga menjalankan program Fuel Guard dari Pertamina serta menerapkan pencatatan nomor polisi kendaraan setiap kali melakukan pengisian BBM. Sistem tersebut digunakan untuk memantau riwayat pengisian sehingga kendaraan yang mencoba melakukan pengisian berulang atau pengetapan dapat terdeteksi.

 

“Kita jalankan Fuel Guard, kita catat juga pelat nomor kendaraan. Jadi tidak mungkin ada lagi yang melakukan pengetapan atau pengisian berulang tanpa terpantau,” tutupnya.