SAMARINDA – Suasana akhir pekan di kawasan Teras Samarinda mendadak berubah tegang ketika sebuah tongkang bermuatan batu bara bernama Garuda Coal VI terlihat bergerak tanpa pendampingan kapal penarik di Sungai Mahakam, Minggu (21/6/2026) sekitar pukul 11.57 Wita.

Tongkang tersebut dilaporkan terbawa arus hingga mendekati kawasan tepian sungai yang ramai dikunjungi warga. Dalam perjalanannya, ponton bermuatan batu bara itu juga sempat bersentuhan dengan tongkang Soluna 9 yang sedang digunakan untuk pekerjaan perbaikan pipa milik Perumda Tirta Kencana Samarinda.

Pergerakan tongkang yang tidak terkendali itu langsung mengundang perhatian pengunjung. Sejumlah warga tampak menghentikan aktivitas mereka untuk mengamati situasi, sementara sebagian lainnya khawatir ponton tersebut akan semakin mendekati area Teras Samarinda.

Salah seorang petugas kebersihan di kawasan tersebut, Nuraini, mengaku sempat terkejut saat melihat tongkang bergerak ke arah tepian sungai tanpa terlihat adanya kapal penarik.

“Waktu itu kami sedang istirahat. Tiba-tiba terlihat tongkang bergerak mendekat dan membuat kami khawatir karena membawa muatan batu bara,” ujar Nuraini.

Menurutnya, saat tongkang melintas, terdengar suara benturan yang diduga berasal dari senggolan dengan ponton yang berada di sekitar lokasi.

“Kalau tidak salah sempat menyenggol dua kapal besi. Kami mendengar suara benturan dari arah sungai,” katanya.

Ia bersyukur karena situasi tidak berkembang menjadi lebih serius setelah ada kapal lain yang segera memberikan bantuan.

“Untung cepat ditangani. Ada kapal yang membantu mendorong dan menarik tongkang itu menjauh sehingga tidak sampai mendekati Teras Samarinda,” lanjutnya.

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Seksi Penjagaan, Patroli, dan Penyidikan KSOP Kelas I Samarinda, Capt. Sahrun Aziz, mengatakan pihaknya langsung melakukan pengecekan setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Begitu ada informasi masuk, petugas langsung melakukan pengecekan untuk memastikan kondisi di lapangan,” katanya.

Berdasarkan hasil pemantauan sementara, tongkang Garuda Coal VI diduga terseret arus Sungai Mahakam yang saat itu cukup kuat sehingga keluar dari posisi semula dan bergerak mendekati kawasan Teras Samarinda.

“Tongkang terbawa arus dan bergerak ke arah tepian. Namun kondisi itu segera bisa diatasi karena ada kapal di sekitar lokasi yang membantu melakukan penanganan,” jelas Sahrun.

Ia menerangkan bahwa kapal yang berada di sekitar lokasi langsung melakukan upaya pengamanan sehingga tongkang dapat kembali diarahkan ke jalur pelayaran.

“Tongkang berhasil didorong keluar dari area tersebut dan selanjutnya melanjutkan perjalanan seperti semula,” ujarnya.

KSOP juga memastikan bahwa insiden tersebut tidak menimbulkan dampak kerusakan terhadap fasilitas maupun sarana yang berada di sekitar lokasi kejadian.

“Setelah dilakukan pengecekan, tidak ditemukan kerusakan akibat kejadian itu. Situasinya dapat segera dikendalikan sehingga tidak berkembang menjadi insiden yang lebih besar,” tegasnya.

Sahrun menambahkan, tongkang tersebut saat ini telah kembali beroperasi dan melanjutkan pelayaran membawa muatan batu bara.

Meski tidak menimbulkan korban maupun kerusakan, peristiwa tersebut sempat membuat pengunjung Teras Samarinda waswas. Apalagi kawasan tepian Sungai Mahakam itu dikenal sebagai salah satu ruang publik favorit warga Kota Samarinda untuk beraktivitas dan menikmati suasana sungai.