BERAU – Setelah Wukuf diarafah sebagai puncak ibadah haji di Tanah Suci selesai dilaksanakan, 212 jemaah haji asal Kabupaten Berau kini bersiap menunggu jadwal kepulangan ke Indonesia. Hingga saat ini, kondisi seluruh jemaah dilaporkan dalam keadaan baik dan belum ada laporan kendala kesehatan maupun keluhan selama menjalankan ibadah di Arab Saudi.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Berau, Hindun Nahdiani, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan jemaah melalui koordinasi dengan petugas haji dan grup komunikasi yang terhubung dengan para jemaah di Tanah Suci.
“Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada laporan yang mengkhawatirkan. Dari informasi yang kami terima melalui grup, kondisi jemaah aman dan tidak ada komplain atau kendala yang dilaporkan,” ujarnya Rabu (03/06/2026).
Hindun menjelaskan, sebanyak 212 jemaah haji asal Berau akan kembali ke Indonesia secara bertahap melalui empat kelompok terbang (kloter). Kepulangan pertama dijadwalkan pada 10 Juni 2026 melalui Kloter 3 yang berjumlah dua orang.
Sementara mayoritas jemaah Berau yang tergabung dalam Kloter 14 sebanyak 208 orang dijadwalkan tiba pada 27 Juni 2026. Kedatangan kloter ini merupakan rombongan terbesar asal Berau pada musim haji tahun ini.
Selain itu, terdapat masing-masing satu jemaah yang tergabung dalam Kloter 16 dan Kloter 17. Kedua kloter tersebut diperkirakan tiba di pada 30 Juni. Kloter 17 bahkan berpotensi tiba lebih awal dibanding Kloter 16 akibat adanya penyesuaian jadwal penerbangan.
“Untuk Kloter 16 diperkirakan tiba pada 30 Juni, sementara Kloter 17 kemungkinan juga tiba pada tanggal yang sama tetapi lebih pagi karena ada perubahan jadwal,” jelasnya.
Hindun menerangkan, perbedaan kloter tersebut terjadi karena adanya jemaah cadangan yang diberangkatkan menggantikan calon haji yang batal berangkat atau mengalami kendala kesehatan sebelum keberangkatan.
“Ada jemaah cadangan yang kami siapkan. Ketika ada calon jemaah yang menunda keberangkatan atau tidak bisa berangkat karena sakit, maka kesempatan diberikan kepada jemaah cadangan yang siap berangkat,” katanya.
Terkait penyambutan jemaah, Kemenag Berau masih menunggu hasil koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah daerah. Namun, khusus untuk kepulangan Kloter 14 pada 27 Juni mendatang, direncanakan akan ada penyambutan resmi yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Berau.
“Rencananya ada penyambutan dari Bupati di bandara untuk Kloter 14, tetapi teknis pelaksanaannya masih menunggu rapat koordinasi lebih lanjut,” ungkap Hindun.
Meski harus menunggu kepulangan secara bertahap hingga akhir Juni, keluarga jemaah di Berau dapat bernapas lega. Pasalnya, hingga menjelang kepulangan, seluruh jemaah dilaporkan dalam kondisi sehat setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji yang menjadi puncak perjalanan spiritual umat Islam tersebut.

