TANJUNG SELOR – Wakil Ketua II DPRD Bulungan, Tasa Gung, menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menggunakan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), khususnya anggaran pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD yang berasal dari aspirasi masyarakat.

Menurut Tasa, Pokir pada dasarnya merupakan bentuk upaya DPRD menampung dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat. Karena itu, setiap anggaran yang disalurkan harus benar-benar memberikan manfaat dan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia mencontohkan salah satu program Pokir berupa bantuan bibit ternak babi dengan anggaran sekitar Rp200 juta. Program tersebut sebelumnya diharapkan dapat membantu masyarakat mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan perekonomian keluarga.

Namun, dalam pelaksanaannya, program tersebut sempat tidak berjalan sesuai harapan karena bantuan yang telah diberikan tidak dikelola dengan baik oleh penerima.

“Kita berharap bantuan bibit babi yang merupakan aspirasi masyarakat dan dituangkan dalam Pokir tentunya dapat memberikan peningkatan ekonomi dengan baik. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, tentunya termasuk menghamburkan uang yang sudah disalurkan negara atau pemerintah,” ujar Tasa, Senin (24/8).

Menurutnya, persoalan tersebut menjadi pelajaran penting bagi DPRD maupun organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar setiap program yang menggunakan anggaran Pokir tidak hanya berhenti pada penyaluran bantuan.

Program yang diberikan harus dipastikan memiliki perencanaan yang matang, penerima yang tepat, serta pendampingan agar bantuan tersebut benar-benar dapat berkembang dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Tasa menegaskan, tujuan utama penggunaan Pokir adalah menghadirkan perubahan yang lebih baik bagi masyarakat. Bantuan yang diberikan diharapkan mampu menciptakan aktivitas ekonomi dan membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan.

“Penggunaan Pokir juga harus menghadirkan roda perputaran kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya telah mengingatkan DPRD mengenai pentingnya kehati-hatian dalam pengelolaan anggaran. Pesan tersebut, menurut Tasa, menjadi perhatian serius bagi DPRD Bulungan.

Salah satu hal yang ditekankan adalah pentingnya koordinasi antara DPRD dan kepala OPD terkait. Koordinasi diperlukan agar program yang berasal dari aspirasi masyarakat dapat dilaksanakan secara tepat sasaran, termasuk melalui penyuluhan dan pendampingan kepada penerima bantuan.

“KPK belum lama ini mengingatkan kita untuk lebih berhati-hati dan meningkatkan koordinasi antar kepala OPD terkait untuk melakukan penyuluhan yang terbaik agar tepat sasaran,” jelasnya.

Tasa menilai, niat baik dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat harus dibarengi dengan pengawasan dan perencanaan yang baik. Jangan sampai program yang sejak awal dimaksudkan untuk membantu masyarakat justru menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Jangan sampai niat baik kita justru akan mencederai kita, DPRD Bulungan. Ini menjadi atensi bagi kami,” tegas Tasa.

Karena itu, ia mengingatkan seluruh pihak yang terlibat dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan program Pokir untuk tidak menganggap penyaluran anggaran sebagai tujuan akhir.

Menurutnya, keberhasilan sebuah program harus dilihat dari manfaat yang dirasakan masyarakat setelah bantuan diberikan. Jika bantuan mampu berkembang, meningkatkan produktivitas, dan memberikan tambahan penghasilan bagi penerima, maka program tersebut dapat dinilai memberikan dampak positif.

Sebaliknya, apabila bantuan tidak dikelola dengan baik hingga akhirnya tidak memberikan hasil, maka anggaran yang telah dikeluarkan berpotensi menjadi tidak efektif.

Tasa kembali menegaskan bahwa anggaran yang digunakan dalam program Pokir merupakan uang negara yang harus dipertanggungjawabkan. Karena itu, prinsip kehati-hatian harus menjadi perhatian sejak tahap perencanaan, penentuan penerima, pelaksanaan, hingga pengawasan.

“Harus selalu berhati-hati menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD. Apalagi anggaran Pokir, kita harus lebih berhati-hati,” pungkasnya. (adv/Lia)