BERAU – Sebanyak 521 atlet dari total 9.111 atlet yang masuk proses verifikasi KONI Kalimantan Timur (Kaltim) masih berstatus tertolak menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim 2026. Meski demikian, status tersebut belum final dan masih akan dibahas sebelum penetapan akhir, Senin (2/11/2026).
Persoalan ini menjadi perhatian karena keabsahan atlet merupakan salah satu tahapan penting sebelum mereka diperbolehkan bertanding mewakili daerah masing-masing.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Berau, Taupan Majid, menegaskan bahwa pemenuhan persyaratan atlet harus menjadi perhatian seluruh cabang olahraga (cabor) agar tidak terkendala dalam proses verifikasi.
“Proses verifikasi ini penting karena setiap atlet harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Kalau persyaratannya tidak terpenuhi, tentu akan menjadi kendala untuk bisa mengikuti pertandingan,” ungkapnya.
Berdasarkan infografik yang dipublikasikan Kaltim Post, dari 9.111 atlet yang telah diverifikasi, sebanyak 521 atlet masih berstatus tertolak. Namun, status tersebut belum otomatis membuat mereka gugur karena masih ada tahapan pembahasan sebelum penetapan final.
Artinya, peluang perubahan status masih terbuka apabila hasil pembahasan dan proses verifikasi lanjutan memungkinkan. Meski demikian, kepastian mengenai nasib para atlet tersebut tetap bergantung pada keputusan pihak yang berwenang.
Persoalan ini juga menyoroti pentingnya kesiapan administrasi sejak awal. Setiap cabor perlu memastikan dokumen dan persyaratan atlet telah sesuai dengan ketentuan agar tidak menimbulkan persoalan ketika proses verifikasi berlangsung.
Bagi kontingen yang akan berlaga di Porprov VIII Kaltim 2026, kepastian status atlet menjadi faktor penting dalam menyusun kekuatan tim dan mempersiapkan strategi pertandingan.
Karena itu, kejelasan mengenai alasan penolakan terhadap 521 atlet tersebut perlu disampaikan secara terbuka, termasuk cabang olahraga yang terdampak, persyaratan yang belum terpenuhi, serta mekanisme perbaikan status sebelum keputusan final ditetapkan.
Hingga kini, rincian mengenai penyebab penolakan dan distribusi 521 atlet berdasarkan daerah maupun cabang olahraga masih perlu dikonfirmasi kepada KONI Kaltim. Penjelasan tersebut penting agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai perkembangan proses verifikasi atlet menjelang Porprov.

