Berau — Konflik geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat mulai berdampak pada jadwal penerbangan internasional, termasuk perjalanan ibadah umroh. Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kabupaten Berau mengimbau masyarakat yang berencana berangkat umroh untuk sementara menunda perjalanan.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kemenhaj Berau, Hindun Nahdiani, mengatakan pihaknya masih memantau perkembangan informasi terkait kondisi penerbangan menuju Arab Saudi.

“Untuk sementara kami masih melihat perkembangan dari berita. Memang ada jamaah yang sudah berada di Saudi bisa pulang, dan ada juga yang dari sini bisa berangkat,” ujarnya.

Namun demikian, menurutnya tidak semua penerbangan berjalan normal. Beberapa jamaah mengalami penundaan karena tergantung pada rute penerbangan yang digunakan.

Ia menjelaskan, penerbangan langsung menuju Jeddah umumnya masih dapat beroperasi, sedangkan penerbangan yang harus transit di negara lain berpotensi mengalami penundaan.

“Yang penerbangannya langsung ke Jeddah atau non-stop biasanya masih bisa. Tapi yang transit di luar negeri itu yang tertunda karena tidak bisa melanjutkan penerbangan berikutnya,” jelasnya.

Hindun menambahkan, Kementerian Haji telah menggelar pertemuan dengan sejumlah kementerian terkait, seperti Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, serta pihak imigrasi untuk membahas situasi tersebut.

Dari hasil pertemuan itu, Kementerian Haji sementara ini mengimbau agar keberangkatan jamaah umroh ditunda terlebih dahulu hingga situasi penerbangan kembali stabil.

Sementara itu, Kepala Kemenag Berau, Kabul Budiono, juga mengingatkan masyarakat agar mempertimbangkan kondisi saat ini sebelum melakukan perjalanan ibadah ke Tanah Suci.

Ia menyarankan calon jamaah umroh untuk menunda keberangkatan sementara waktu guna menghindari kerugian, terutama terkait biaya tiket penerbangan.

“Kami mengimbau masyarakat yang ingin melakukan perjalanan umroh untuk menunda terlebih dahulu. Sayang kalau tiket pesawat sudah dibayar tetapi akhirnya hangus karena kondisi penerbangan,” katanya.

Kemenhaj dan Kemenag Berau juga meminta masyarakat terus memantau informasi resmi dari pemerintah maupun penyelenggara perjalanan umroh terkait perkembangan situasi penerbangan ke Arab Saudi. (atrf)