BERAU – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau resmi merilis Calendar of Event Berau 2026, yang memuat rangkaian kegiatan pariwisata dan budaya sepanjang tahun. Kalender tersebut diawali dengan Mam-Mam Fest pada Februari dan ditutup dengan tradisi Meja Panjang di Kampung Merasa pada Desember.
Selengkapnya dibawah ini:
CALENDAR OF EVENT BERAU 2026
Februari
• Mam-Mam Fest
(Gor Pemuda)
Mei
• Uman Undad
(Tepian Buah)
• Dakayu Malatua
(Pulau Maratua)
Juni
• Maratua Jazz & Dive Fiesta
(Pulau Maratua)
• Maratua Musik Festival
(Pulau Maratua)
• Bekudung Betiung
(Kamp. Tumbit Dayak)
Juli
• Melas Kampung Suaran
(Kamp. Suaran)
• Abut Barintak Fest
(Kamp. Gurimbang)
Agustus
• Sport Tourism Bupati Cup
• Independence Run
(Berau)
September
• Berau Ethno Cultural Carnival, Lomba Ancur Paddas, Lomba Puncak Rasul, Festival Jajanan Tradisional
(Berau)
• Mamallas Banua
(Sambaliung)
• Baturunan Parau
(Gunung Tabur)
• Lomba Perahu Panjang
(Sungai Segah)
• 7 Banua Fest
(Gor Pemuda & Pulau Derawan)
Oktober
• Mag Lami-Lami Lahatku
(Kamp. Tanjung Batu)
November
• Mag Jamu
(Kamp. Tanjung Batu)
• Karrap Fest
(Berau)
Desember
• Meja Panjang
(Kamp. Merasa)
Namun demikian, terdapat kekosongan agenda pada bulan Maret dan April terlihat kosong. Menanggapi hal tersebut, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Pertama, Ing Ta Wijaya, menjelaskan bahwa tidak adanya event di bulan Maret disebabkan karena bertepatan dengan bulan Ramadan.
“Untuk bulan Maret memang bertepatan dengan Ramadan, sehingga tidak dijadwalkan kegiatan,” jelasnya Jumat (27/03/2026).
Sementara itu, kekosongan agenda di bulan April disebabkan belum adanya kampung atau pelaku wisata yang mendaftarkan kegiatan mereka untuk masuk dalam kalender event di periode tersebut.
Jaya menambahkan, penyusunan Calendar of Event di Berau tidak sepenuhnya ditentukan oleh pemerintah, melainkan berdasarkan usulan dan kesiapan dari masing-masing kampung atau penyelenggara kegiatan.
“Jadi sistemnya berdasarkan rekomendasi dan kemampuan dari kampung itu sendiri dalam menyelenggarakan event,” ujarnya.
Dengan sistem tersebut, setiap kampung diberi kesempatan untuk mengembangkan potensi wisata dan budaya secara mandiri, sekaligus memastikan setiap kegiatan yang masuk dalam kalender benar-benar siap untuk dilaksanakan. (fp*)

