BERAU – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau memastikan program pemilihan Duta Wisata, Duta Budaya, dan Putri Pariwisata tingkat kabupaten tetap digulirkan tahun ini. demikian, skema pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah yang saat ini sedang mengalami efisiensi anggaran.

Kepala Disbudpar Berau, Yudha, menegaskan bahwa rangkaian ajang pemilihan tersebut dinilai masih sangat relevan untuk dipertahankan.

Pasalnya, program tahunan ini merupakan agenda nasional yang pelaksanaannya dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga ke tingkat nasional.

“Pemilihan duta wisata, duta budaya, dan putri pariwisata merupakan program nasional yang dilaksanakan secara berjenjang dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Jadi, program ini masih kami anggap relevan,” ujar Yudha saat dikonfirmasi, Selasa (26/5/2026).

Yudha tidak membantah bahwa kebijakan efisiensi anggaran secara nasional ikut berdampak pada teknis pelaksanaan di daerah.

Oleh sebab itu, pihaknya melakukan penyesuaian agar program tetap berjalan maksimal tanpa harus membebani keuangan daerah secara berlebihan.

Selain persoalan anggaran, penataan dan kredibilitas kompetisi juga menjadi atensi serius Disbudpar Berau. Menjawab kekhawatiran publik mengenai isu kecurangan atau kongkalikong dalam proses penilaian, Yudha menjamin seluruh tahapan seleksi akan berjalan secara transparan.

Sejak awal tahapan, dinas telah menekankan kepada panitia agar seluruh bentuk pengujian, mulai dari tes tertulis hingga wawancara, diselenggarakan secara terbuka dan objektif berdasarkan kemampuan masing-masing peserta.

“Untuk masalah kecurangan, kami sudah menekankan dari awal agar semua tes atau seleksi dilaksanakan secara terbuka dan objektif,” tegasnya.

Langkah preventif juga diambil Disbudpar hingga malam puncak atau grand final. Guna menjaga integritas perlombaan, tim juri yang dilibatkan dipastikan dipilih secara ketat dan independen demi menghindari adanya benturan kepentingan dengan para kontestan.

“Hingga saat grand final, juri juga kami pilih yang tidak ada conflict of interest (konflik kepentingan) dengan peserta,” pungkas Yudha. (akti)