TANJUNG SELOR – Revitalisasi lapangan tenis di kawasan Ahmad Yani, Jalan D.I Panjaitan, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), telah rampung 100 persen pada awal tahun 2026. Pembangunan fasilitas olahraga ini menelan anggaran sebesar Rp 4,5 miliar.

Lapangan tenis tersebut kini tampil lebih modern dan megah dengan menggunakan atap berbahan membran. Desain ini memberikan nuansa baru bagi dunia olahraga di Tanjung Selor, khususnya untuk cabang olahraga tenis.

Pembangunan lapangan ini menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltara.

Kepala Bidang Olahraga Dispora Kaltara, Muh Husni, mengatakan bahwa proyek revitalisasi tersebut telah selesai dan saat ini hanya tinggal menunggu peresmian.

“Lapangan tenisnya sudah rampung. Tinggal menunggu jadwal peresmian dalam waktu dekat,” ujarnya, kepada IT-News.id, Senin (6/4/26).

Ia menjelaskan, pembangunan ini merupakan tindak lanjut dari usulan pemerintah kabupaten yang menginginkan penataan kawasan olahraga Ahmad Yani.

Dimana awalnya, tidak hanya lapangan tenis yang direncanakan untuk direvitalisasi, tetapi juga fasilitas olahraga lainnya seperti lapangan basket. Namun, karena keterbatasan anggaran, pembangunan difokuskan terlebih dahulu pada lapangan tenis.

“Lapangan ini dibangun dengan konsep semi-indoor, menggunakan atap membran khusus yang memiliki ketahanan tinggi dan dapat digunakan dalam jangka waktu lama, bahkan hingga puluhan tahun,” ucapnya.

Menurut Muh Husni, kehadiran lapangan tenis ini diharapkan dapat menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus mendukung pembinaan atlet, terutama bagi generasi muda di Kalimantan Utara yang telah menunjukkan prestasi di berbagai daerah.

Setelah diresmikan, lapangan tenis ini akan diserahkan kepada pemerintah kabupaten untuk dikelola. Ia juga mengingatkan pentingnya perawatan fasilitas agar tetap terjaga dengan baik.

“Ini akan menjadi aset daerah. Kami berharap pemerintah daerah dan masyarakat bersama-sama menjaga dan merawatnya agar bisa digunakan dalam jangka panjang,” jelasnya.

Dispora Kaltara juga akan terus melakukan pemantauan selama masa pemeliharaan sebelum aset tersebut sepenuhnya diserahkan. Lapangan tenis ini pun diharapkan bisa menjadi ikon olahraga baru di Kalimantan Utara. (Lia)