BULUNGAN– Kebakaran kembali terjadi di wilayah Kabupaten Bulungan. Kali ini, satu unit rumah warga di Jalan Padat Karya, RT 7, Tanjung Palas Hilir, hangus terbakar pada Rabu (8/4).

Peristiwa ini terjadi kurang dari 24 jam setelah kebakaran sebelumnya yang menghanguskan lima rumah warga di Sei Uma, Desa Pimping.

Dalam kejadian terbaru ini, tidak hanya satu rumah yang terbakar. Dua rumah lain yang berada di sampingnya juga ikut terdampak akibat api yang cepat membesar.

Kepala Satpol PP dan Damkar Bulungan, Wilson Ului, melalui petugas Aprianus, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan bahwa satu rumah habis terbakar, sementara dua lainnya mengalami kerusakan.

“Benar, satu rumah ludes terbakar dan dua rumah terdampak. Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam dengan mengerahkan delapan armada,” ujarnya.

Laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 10.38 WITA. Tim pemadam langsung turun ke lokasi dan berhasil memadamkan api sekitar pukul 11.35 WITA.

Sementara itu, pihak kepolisian, Ps.Kasi Pidm Humas, Polresta Bulungan AIPDA Hadi Purnomo, menyebutkan bahwa api diduga berasal dari rumah milik Andi Mulyadi (57). Saat kejadian, korban mengaku mendengar suara seperti kayu terbakar dari dalam rumahnya.

“Waktu itu saya di dalam rumah, terdengar suara kretek. Saat saya ke dapur, api sudah besar,” ungkapnya.

Melihat api semakin membesar, korban langsung keluar rumah dan meminta bantuan warga sekitar. Masyarakat pun segera berdatangan untuk membantu memadamkan api dan menyelamatkan barang-barang milik korban.

Berdasarkan data yang dihimpun, rumah milik Andi Mulyadi ludes terbakar. Sementara itu, rumah milik Yusran Susanto (48) mengalami kerusakan di bagian samping kanan, dan rumah milik Aisyah (80) terdampak pada bagian atap samping kiri. Total ada tiga kepala keluarga (KK) yang menjadi korban dalam peristiwa ini.

Petugas pemadam kebakaran dari Tanjung Selor dan Tanjung Palas dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Api akhirnya berhasil dikendalikan setelah upaya intensif dari petugas dan warga.

Dugaan sementara, api berasal dari bagian tengah rumah korban. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Material bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu diduga menjadi salah satu faktor yang membuat api cepat membesar dan merembet ke rumah lain.

Pihak kepolisian telah melakukan sejumlah langkah, mulai dari membantu proses pemadaman, mendata korban dan kerugian, memeriksa saksi-saksi, hingga berkoordinasi dengan pemerintah setempat.

“Untuk sementara waktu, para korban mengungsi ke rumah keluarga terdekat,” bebernya.

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat dengan bangunan yang mudah terbakar.

Pihak berwenang memastikan penyelidikan akan terus dilakukan guna mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut.(Lia)