TANJUNG SELOR – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bulungan menuai sorotan dari masyarakat. Sejumlah orang tua murid mengeluhkan kualitas makanan yang diberikan kepada siswa, terutama selama bulan suci Ramadan.

Keluhan muncul karena menu yang diterima dinilai tidak sesuai dengan harapan. Makanan seperti kacang goreng, jeruk, susu, dan roti dipertanyakan kandungan gizinya oleh para orang tua.

Salah satu wali murid yang bersekolah di SD Tanjung Palas, Fitri, mengaku bingung dengan menu yang diberikan kepada anaknya.

“Kami bingung kenapa anak-anak dikasih kacang goreng. Bagaimana hitungan gizinya itu?” ujarnya, Jumat (10/4).

Menurutnya, makanan tersebut kerap tidak dimakan oleh anak-anak. Bahkan, makanan itu justru dibawa pulang dan dikonsumsi oleh orang tua.

“Anak-anak sering tidak makan, akhirnya kami orang tua yang makan di rumah,” tambahnya.

Fitri menilai kualitas makanan seharusnya menjadi prioritas utama, mengingat siswa, khususnya di tingkat Sekolah Dasar, cukup sensitif terhadap jenis makanan.

Ia juga berharap pihak terkait, terutama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dapat menyesuaikan menu dengan selera anak-anak agar tidak terbuang percuma.

“Kalau tidak sesuai, sayang makanannya jadi tidak dimakan,” katanya.

Ia menyebut saat ini menu MBG sudah mulai membaik, seperti nasi dengan lauk ikan mujair, telur, dan sambal. Namun, masih ada kendala lain, yakni distribusi yang tidak rutin setiap hari.

“Kadang dalam seminggu ada saja hari di mana anak-anak tidak dapat makanan,” ungkapnya, kayak hari Jumat ini tidak ada anak-anak dapat MBG,” jelasnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Komisi I DPRD Bulungan melalui anggotanya, Rozana Bin Serang, membenarkan pihaknya juga telah menerima laporan dari masyarakat.

“Kami sudah menerima laporan terkait ketidaksesuaian distribusi dengan kondisi di lapangan,” ujarnya.

DPRD Bulungan pun berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah sekolah untuk memastikan kondisi sebenarnya.

“Dalam waktu dekat kami akan turun langsung ke sekolah-sekolah, termasuk SMPN 1 dan beberapa SD,” jelasnya.

Menurut Rozana, sidak ini bertujuan untuk memastikan kualitas dan kelengkapan makanan yang diberikan kepada siswa sudah sesuai standar.

“Kami ingin memastikan apakah menu yang diberikan sudah sesuai ketentuan, termasuk adanya buah,” tegasnya.

Ia menambahkan, hasil sidak nantinya akan menjadi bahan evaluasi agar program MBG dapat berjalan lebih baik.

“Kami akan lihat langsung di lapangan agar program ini benar-benar bermanfaat bagi siswa,” tutupnya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Bulungan, Andika Setiawan, hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan terkait keluhan tersebut.

Upaya konfirmasi melalui pesan maupun telepon juga belum mendapat jawaban.

Masyarakat berharap, dengan adanya rencana sidak dari DPRD, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Bulungan dapat diperbaiki sehingga benar-benar memenuhi kebutuhan gizi para siswa. (Lia)