BERAU — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menilai keberadaan toilet yang layak kini menjadi kebutuhan utama, terutama untuk mendukung standar wisata yang lebih baik, termasuk bagi wisatawan mancanegara.

Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, mengakui bahwa aspek tersebut harus segera dibenahi seiring meningkatnya tuntutan sektor pariwisata.

“Iya, setelah saya melihat ya persyaratan termasuk yang masalah go internasional tadi, itu kita harus mengimbangi dengan sarana dan prasarana yang terkait dengan daya tarik wisata. Salah satunya adalah toilet,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Ia menyebut sejumlah titik wisata yang perlu mendapat perhatian, seperti dermaga wisata hingga kawasan tepian di pusat kota.

“Misalnya di dermaga wisata, atau fasilitas seperti di tepian Ahmad Yani maupun tepian Derawan, itu toilet harus dipersiapkan dan kualitasnya juga yang terbaik,” jelasnya.

Meski demikian, Yudha mengungkapkan bahwa hingga saat ini anggaran untuk pembangunan atau peningkatan fasilitas tersebut belum tersedia dan masih dalam tahap perencanaan.

“Belum, ini kan baru kami canangkan, nanti kami akan buat perencanaan seperti apa, baru kita akan pengusulan,” katanya.

Menurutnya, keberadaan toilet bukan sekadar fasilitas pelengkap, melainkan menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kualitas destinasi wisata.

“Menurut saya itu utama, karena itu salah satu tolok ukur. Kalau misalnya ada orang asing datang, terus dia mau ke toilet tapi kondisinya tidak layak, itu bisa menghilangkan rasa nyaman,” tegasnya.

Ia juga menilai pengalaman wisatawan bisa langsung terpengaruh hanya dari fasilitas dasar yang kurang memadai.

“Bisa terbawa pikirannya sampai ke lokasi nanti. Jadi memang persyaratan seperti itu penting,” tambahnya.

Disbudpar pun berencana menjadikan peningkatan fasilitas dasar sebagai bagian dari pengembangan pariwisata ke depan, meskipun masih harus menyesuaikan dengan kondisi anggaran yang ada. (atrf)