BONTANG — Kepolisian masih terus mengusut kasus meninggalnya pria berinisial Ri di Jalan KS Tubun Gang Bersama 7 RT 32, Kelurahan Api-Api, Kota Bontang, yang ramai diperbincangkan di media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Selain menelusuri penyebab kematian korban, aparat juga mendalami dugaan adanya aksi pengeroyokan yang disebut terjadi setelah korban terjatuh di lokasi kejadian.
Kasus tersebut menjadi sorotan publik setelah video keributan warga usai kejadian beredar luas di media sosial. Beragam spekulasi pun muncul terkait kronologi hingga penyebab pasti korban meninggal dunia.
Kanit Pidum Polres Bontang, IPDA Markus Sihotang, mengatakan saat ini polisi menangani dua laporan berbeda yang berkaitan dengan insiden tersebut.
“Saat ini ada dua laporan yang sedang kami proses, yakni dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia dan dugaan pengeroyokan,” ujar Markus, Senin (11/5/2026).
Dari hasil penyelidikan sementara, korban diduga datang bersama rekannya berinisial M ke lokasi untuk mengambil mangga milik warga pada malam hari.
Ketika aksi itu diketahui pemilik rumah, situasi disebut langsung panik. Rekan korban melarikan diri lebih dahulu, sementara Ri yang berada di atas pohon mencoba kabur dengan cara melompat.
“Korban yang berada di atas pohon berusaha lompat, tetapi pijakannya tidak kuat sehingga jatuh ke belakang,” kata Markus.
Akibat terjatuh, bagian belakang kepala korban diduga menghantam fondasi beton di sekitar parit dekat lokasi kejadian.
“Kepalanya terbentur ujung fondasi beton yang cukup tajam,” jelasnya.
Warga yang mendengar teriakan maling kemudian berdatangan ke lokasi. Namun perhatian warga saat itu lebih fokus mengejar satu orang lain yang berhasil melarikan diri.
Korban baru ditemukan beberapa saat kemudian setelah warga mendengar suara seperti dengkuran dari area gelap di dekat tempat kejadian perkara.
“Setelah dicari menggunakan senter, ternyata ada seseorang tergeletak di lokasi,” ujarnya.
Menurut Markus, warga sempat tidak berani memindahkan korban karena khawatir justru memperburuk kondisinya.
“Ada yang menyarankan agar korban jangan langsung disentuh dan meminta polisi segera dipanggil,” katanya.
Sekitar 10 menit kemudian aparat kepolisian bersama petugas keamanan lingkungan tiba di lokasi. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit menggunakan kendaraan milik warga.
Meski dugaan sementara mengarah pada korban meninggal akibat jatuh saat berusaha melarikan diri, polisi memastikan penyelidikan terkait laporan pengeroyokan tetap berjalan.
Untuk memperjelas rangkaian kejadian, polisi telah menggelar prarekonstruksi dan berencana melakukan rekonstruksi lanjutan.
“Prarekonstruksi kami lakukan supaya alur kejadiannya bisa terlihat lebih jelas,” ucap Markus.
Hingga kini, sedikitnya empat saksi telah diperiksa. Polisi juga masih mengidentifikasi sejumlah orang yang terlihat dalam video viral yang beredar di media sosial.
“Semua yang ada di video akan kami panggil dan dimintai keterangan terlebih dahulu,” katanya.
Markus menambahkan, penyelesaian perkara melalui mekanisme restorative justice tetap terbuka apabila seluruh pihak sepakat dan memenuhi ketentuan hukum yang berlaku.
“Namun tetap kami pertimbangkan dulu apakah kasus ini memiliki dampak sosial yang luas atau tidak,” pungkasnya.

