TANJUNG SELOR – Dua pekan lebih pascakebakaran hebat yang melanda Kantor Bupati Bulungan, jejak kehancuran masih terlihat jelas. Hingga hari ke-14 setelah peristiwa nahas pada Rabu malam (20/5), sejumlah ruangan penting di pusat pemerintahan itu masih menyisakan puing dan tanda tanya besar terkait penyebab kebakaran.
Amukan si jago merah meluluhlantakkan ruang kerja Bupati Bulungan, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, para asisten, hingga sejumlah biro seperti Kesra dan Hukum. Banyak dokumen dan fasilitas perkantoran tak terselamatkan.
Akibat kebakaran tersebut, ruang kerja orang nomor satu di Bumi Tenguyun praktis tak lagi bisa digunakan. Hingga kini, area yang terbakar juga belum tersentuh perbaikan karena masih menjadi bagian dari proses penyelidikan.
Di tengah kondisi tersebut, roda pemerintahan tetap harus berjalan. Bupati Bulungan, Syarwani, mengaku terpaksa bekerja tanpa kantor tetap dan menjalankan aktivitas pemerintahan secara berpindah-pindah.
“Saat ini saya berkantor di mana saja yang memungkinkan. Pasca kebakaran hebat yang melanda kantor kita, kadang pagi saya berada di satu kantor, seperti tadi pagi di Kantor PKK, lalu berpindah ke kantor OPD lainnya. Intinya, saat ini saya masih mobile,” ujar Syarwani saat ditemui di sela kegiatan, Rabu (3/6).
Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah memastikan pelayanan kepada masyarakat dan koordinasi antarinstansi tetap berjalan meski fasilitas utama pemerintahan belum dapat digunakan.
“Di mana pun bisa berkoordinasi dan melayani masyarakat, itu yang dimanfaatkan sementara waktu,” katanya.
Saat ditanya mengenai rencana jangka panjang terkait penggunaan kantor pemerintahan pascakebakaran, Syarwani memilih belum banyak berkomentar.
“Untuk rencana ke depan itu belum tahu. Saya no comment dulu,” singkatnya menutup pertanyaan awak media. (Lia)

