TANJUNG SELOR – Belum genap 24 jam setelah harga BBM jenis Pertamax naik hingga Rp17 ribu per liter, warga Bulungan langsung dihadapkan pada pemandangan yang membuat geleng kepala. Sejumlah SPBU terlihat tutup, sementara antrean kendaraan mengular panjang hingga memakan badan jalan, Rabu (10/6).

Pantauan di lapangan sekitar pukul 14.00 hingga 15.00 WITA menunjukkan sedikitnya dua SPBU di Tanjung Selor belum beroperasi. Di SPBU Jalan Sengkawit, antrean kendaraan bahkan terlihat mengular hingga ke ruas jalan sekitar lokasi.

Salah seorang warga, Andini, mengaku sudah sejak pagi ikut mengantri, Namun saat giliran pengisian dibuka, BBM kembali cepat habis sehingga antrean semakin panjang.

“Tadi pagi antreannya sampai tembus ke arah Jalan Padelo. Saya juga bingung, apakah ini karena Pertamax naik atau memang stoknya berkurang?” ujarnya.

Kondisi tersebut memicu keluhan masyarakat. Warga berharap kenaikan harga BBM tidak diikuti dengan sulitnya mendapatkan bahan bakar di SPBU.

“Kalau harga naik masyarakat sudah terpaksa menerima, tapi jangan sampai stok juga susah dicari. Ini yang bikin warga semakin terbebani,” keluh seorang pengendara.

Keluhan serupa disampaikan Rina yang mengaku harus berkeliling mencari SPBU yang masih melayani pengisian BBM.

“Saya sudah mutar beberapa tempat, banyak yang tutup. Di Sengkawit buka, tapi antreannya panjang sekali. Mau isi BBM tapi adanya pertalite padahal maunya Pertamax,” katanya.

Antrean panjang terlihat membentuk dua lajur kendaraan di badan jalan dan menarik perhatian para pengguna jalan lainnya. Tidak sedikit warga yang mempertanyakan penyebab kondisi tersebut, terlebih terjadi bersamaan dengan kabar kenaikan harga Pertamax.

Di tengah situasi itu, masyarakat menilai perlu ada penjelasan yang lebih terbuka terkait kondisi distribusi BBM di Bulungan. Pasalnya, sebelum kenaikan harga diberlakukan, pihak Pertamina Patra Niaga telah menyampaikan bahwa pasokan BBM dalam kondisi aman.

Namun fakta di lapangan justru menimbulkan pertanyaan baru. Jika stok benar-benar aman, mengapa sejumlah SPBU tutup dan antrean kendaraan justru semakin panjang?

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, sebelumnya memastikan ketersediaan BBM tetap terjaga di seluruh Indonesia.

“Kami memastikan pasokan Pertamax tetap aman serta tersedia di jaringan SPBU Pertamina,” ujarnya dalam siaran pers yang diteruskan.

Meski demikian, warga berharap ada langkah cepat agar antrean tidak semakin parah. Sebab bagi masyarakat, yang terpenting bukan hanya soal harga BBM, tetapi juga kemudahan mendapatkannya saat dibutuhkan.

“Jangan sampai masyarakat dipaksa menerima harga yang lebih mahal, tetapi harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan BBM,” kritik sejumlah warga yang masih mengantre di SPBU. (Lia)