TANJUNG SELOR – Keluhan masyarakat terkait lambatnya jaringan internet di Kabupaten Bulungan terus menjadi perhatian masyarakat selama dua pekan terakhir, Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (DKIP) Bulungan menilai salah satu penyebab utama gangguan jaringan adalah jumlah Base Transceiver Station (BTS) yang masih belum sebanding dengan kebutuhan pengguna.
Presiden BEM Unikal, Muhammad Ageng Ardy Al-Amin, menyoroti lemahnya jaringan internet sangat dirasakan mahasiswa, terutama saat mengikuti perkuliahan daring dan mengerjakan tugas.
“Jaringan internet sering lelet, sehingga mahasiswa kesulitan mengerjakan tugas dan mengikuti kegiatan belajar secara maksimal,” ujarnya, Selasa (9/6).
Sementara itu, Kepala DKIP Bulungan, Yunus Luat, menjelaskan, penyebab terjadinya lemah jaringan atau menurun disebabkan kualitas jaringan yang menurun.
“Kami baru-baru bertemu dengan pihak Telkom, alasan mereka ya penyebabnya itu karena kualitas jaringan yang menurun,” jelas Yunus.
Kondisi yang terjadi ini dikarenakan memang jumlah BTS di Kaltara yang hanya sekitar 78 BTS yang tersebar di berbagai kecamatan. Namun, meningkatnya jumlah pengguna membuat kapasitas jaringan di beberapa wilayah kerap mengalami penurunan, terutama pada jam-jam sibuk.
“Ketika jumlah pengguna melebihi kapasitas BTS yang tersedia, kualitas jaringan akan menurun sehingga internet menjadi lambat atau tidak stabil,” kata Yunus.
Menurutnya, kondisi geografis Bulungan yang luas membuat jumlah BTS yang ada saat ini masih belum mencukupi. DKIP Bulungan bahkan mengusulkan penambahan sekitar enam BTS baru di Tanjung Selor sebagai pusat pemerintahan dan layanan publik.
Selain itu, penambahan BTS juga dibutuhkan di beberapa wilayah lain seperti Tanjung Palas Timur dan Peso untuk mengatasi titik-titik blank spot yang masih ditemukan masyarakat.
DKIP Bulungan mengaku telah berkoordinasi dengan pihak Telkom. Dalam pertemuan tersebut, disepakati langkah penguatan jaringan pada sejumlah lokasi yang selama ini sering mengalami gangguan sinyal.
“Kami berharap penguatan jaringan ini dapat segera direalisasikan agar masyarakat Bulungan mendapatkan akses internet yang lebih cepat, stabil, dan merata,” tegas Yunus.
Pemerintah Kabupaten Bulungan juga menyatakan siap mendampingi penyedia layanan telekomunikasi dalam menentukan lokasi pembangunan BTS baru guna mendukung percepatan transformasi digital dan meningkatkan kualitas layanan internet bagi masyarakat. (Lia)

