KUTAI BARAT – Kapolres Kutai Barat AKBP Boney Wahyu membantah informasi yang beredar di media sosial mengenai adanya penghadangan terhadap kendaraan yang ditumpangi Ustaz Abdul Somad saat tiba di Bandara Melalan, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Menurut Boney, video yang viral di berbagai platform digital telah memunculkan persepsi yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Ia menegaskan, selama proses kedatangan hingga menuju lokasi tabligh akbar, rombongan Abdul Somad berada dalam pengawalan aparat kepolisian dan tidak mengalami hambatan.

“Informasi yang menyebut Ustaz Abdul Somad dihadang saat tiba di Kutai Barat tidak benar. Sejak mendarat di Bandara Melalan hingga menuju lokasi kegiatan, rombongan kami kawal dan seluruh perjalanan berlangsung aman,” ujar Boney. Senin (6/7/2026).

Penjelasan tersebut disampaikan menyusul beredarnya video yang memperlihatkan sekelompok warga berkumpul di kawasan Bandara Melalan. Rekaman itu kemudian disertai narasi bahwa massa menghadang kendaraan yang membawa Abdul Somad.

Kapolres menegaskan, kendaraan yang sempat didekati oleh massa bukan merupakan mobil yang ditumpangi Abdul Somad.

Ia menjelaskan, iring-iringan yang membawa pendakwah tersebut telah lebih dahulu melintasi kawasan bandara dengan pengamanan personel kepolisian sehingga tidak bersinggungan langsung dengan kelompok yang menyampaikan aspirasi.

“Mobil yang menjadi sasaran aksi massa bukan kendaraan Ustaz Abdul Somad. Beliau sudah lebih dulu meninggalkan area bandara bersama pengawalan petugas,” katanya.

Boney menambahkan, Polres Kutai Barat telah menyiapkan pola pengamanan sejak sebelum kedatangan Abdul Somad hingga seluruh agenda safari dakwah selesai dilaksanakan.

Selama dua hari pelaksanaan kegiatan, mulai dari tabligh akbar hingga peringatan Hari Lahir Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning, situasi keamanan tetap terkendali tanpa adanya gangguan yang menghambat jalannya acara.

Di sisi lain, kelompok yang mengatasnamakan Gerakan Aksi Massa 1.000 Gong memang datang ke Bandara Melalan untuk menyampaikan penolakan terhadap kehadiran Abdul Somad. Namun, aksi tersebut dipastikan tidak mengganggu perjalanan rombongan maupun pelaksanaan kegiatan keagamaan.

Usai menyelesaikan seluruh rangkaian safari dakwah di Kutai Barat, Abdul Somad menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, Polri, pemerintah daerah, panitia, dan masyarakat yang telah mendukung kelancaran kegiatan.

Dalam video yang direkam sebelum meninggalkan Kutai Barat, Abdul Somad secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Kapolri, Kapolda Kalimantan Timur, serta Kapolres Kutai Barat atas pengamanan dan pelayanan yang diberikan selama dirinya berada di daerah tersebut.

Polres Kutai Barat mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima informasi yang beredar di media sosial. Kepolisian meminta masyarakat mengedepankan informasi resmi dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang belum terverifikasi sehingga situasi keamanan dan ketertiban tetap terjaga.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Mari bersama-sama menjaga kondusivitas Kutai Barat dengan mengedepankan informasi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar AKBP Boney Wahyu.