TANJUNG SELOR – Ketua DPRD Bulungan, Riyanto, berharap seluruh kepala desa yang mengikuti kegiatan Retreat Kepala Desa dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan, tata kelola pemerintahan, serta pengelolaan keuangan desa yang lebih baik.

Harapan tersebut disampaikan Riyanto usai menghadiri pembukaan Retreat Kepala Desa yang digelar di halaman Kantor BKPSDM Bulungan, Senin (20/7). Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai 19 hingga 23 Juli, itu diikuti para kepala desa se-Kabupaten Bulungan dengan tujuan membangun kepemimpinan yang transformatif, memperkuat sinergi antardesa, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Riyanto, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antar kepala desa, tetapi juga menjadi wadah untuk memperdalam pemahaman mengenai tata kelola pemerintahan desa yang baik. Ia menilai materi yang diberikan sangat penting, terutama bagi kepala desa yang baru menjabat agar mampu menjalankan roda pemerintahan sesuai aturan yang berlaku.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi. Yang lebih penting, para kepala desa dapat memahami manajemen pemerintahan desa dengan lebih baik, baik bagi kepala desa yang baru maupun yang sudah lama menjabat, sehingga administrasi desa semakin tertata dan pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal,” ujar Riyanto.

Ia menambahkan, melalui kegiatan tersebut para kepala desa juga diharapkan semakin memahami berbagai regulasi yang mengatur penyelenggaraan pemerintahan desa, termasuk pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) maupun Dana Desa (DD) yang bersumber dari pemerintah pusat.

Riyanto mengingatkan bahwa kebijakan pemerintah terkait anggaran desa terus mengalami perubahan. Karena itu, seluruh kepala desa harus mampu menyesuaikan diri dengan aturan yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan dalam pengelolaan keuangan desa.

“Situasi saat ini berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya. Ada berbagai penyesuaian dalam kebijakan anggaran desa, baik yang berasal dari pemerintah pusat maupun daerah. Karena itu, kami meminta seluruh kepala desa benar-benar memahami aturan dan mengelola anggaran secara tepat sasaran, transparan, dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Ia berharap hasil dari Retreat Kepala Desa dapat diterapkan secara nyata di masing-masing desa. Dengan meningkatnya kapasitas aparatur desa, pengelolaan pemerintahan dan penggunaan anggaran diharapkan semakin efektif, akuntabel, serta mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Setiap rupiah anggaran desa harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Itulah tujuan utama yang harus menjadi perhatian seluruh kepala desa dalam menjalankan pemerintahan,” pungkas Riyanto. (Adv/Lia)