BERAU – Stasiun Meteorologi Kalimarau BMKG Berau resmi meningkat status dari Stasiun Meteorologi Kelas III menjadi Stasiun Meteorologi Kelas II. Kenaikan status tersebut dinilai menjadi pengakuan atas meningkatnya peran BMKG dalam pelayanan informasi cuaca dan iklim di Kabupaten Berau dan wilayah sekitarnya.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Kalimarau, Ade Heryadi, mengatakan perubahan status itu tidak hanya berkaitan dengan nomenklatur organisasi. Menurut dia, kenaikan kelas juga diikuti peningkatan kapasitas, ruang lingkup tugas, dan tanggung jawab pelayanan meteorologi.

“Kenaikan kelas ini bukan sekadar perubahan nomenklatur, tetapi merupakan bentuk pengakuan atas semakin pentingnya peran Stasiun Meteorologi Kalimarau dalam mendukung pelayanan informasi meteorologi dan klimatologi di Kabupaten Berau dan sekitarnya,” kata Ade Heryadi dalam keterangan resminya.

Penetapan tersebut didasarkan pada Peraturan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2026 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Stasiun Meteorologi, Stasiun Klimatologi, dan Stasiun Geofisika.

Informasi mengenai peningkatan status Stasiun Meteorologi Kalimarau sebelumnya telah disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional BMKG pada 11–13 Mei 2026.

Ade mengatakan status sebagai Stasiun Meteorologi Kelas II mencerminkan meningkatnya kapasitas organisasi dalam menyelenggarakan layanan meteorologi secara lebih profesional, modern, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Status baru ini juga menjadi amanah bagi kami untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Dengan peningkatan tersebut, Stasiun Meteorologi Kalimarau akan memperkuat perannya sebagai pusat pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyebarluasan data meteorologi serta klimatologi di Kabupaten Berau.

Data yang dihasilkan BMKG, kata Ade, dibutuhkan untuk mendukung keselamatan transportasi udara, mitigasi bencana hidrometeorologi, pengelolaan sumber daya alam, pembangunan daerah, dan aktivitas sejumlah sektor strategis.

“Informasi cuaca dan iklim menjadi landasan penting dalam mendukung keselamatan penerbangan, mitigasi bencana, pembangunan daerah, serta kegiatan ekonomi masyarakat,” kata dia.

BMKG Kalimarau juga berkomitmen meningkatkan akurasi dan kecepatan penyampaian informasi cuaca, memperkuat sistem peringatan dini cuaca ekstrem, serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi observasi dan sistem informasi meteorologi.

Selain itu, kerja sama dengan pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat akan terus diperluas. Pelayanan informasi juga akan diperkuat untuk sektor penerbangan, pertambangan, perkebunan, kehutanan, pelayaran, konstruksi, dan pariwisata.

Ade berharap kenaikan kelas tersebut dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan BMKG, sekaligus memperkuat kontribusi lembaganya terhadap keselamatan, ketahanan bencana, dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami ingin pelayanan informasi meteorologi dan klimatologi dapat disampaikan secara cepat, tepat, akurat, mudah dipahami, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Berau,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, instansi mitra, pengguna layanan, media, dan masyarakat yang selama ini mendukung kegiatan Stasiun Meteorologi Kalimarau.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh pegawai serta dukungan berbagai pihak. Kenaikan kelas ini harus kami jawab dengan peningkatan kualitas pelayanan yang lebih baik lagi,” kata Ade.