BERAU — pemadaman listrik yang melanda wilayah Berau tak hanya merenggut kenyamanan warga, tetapi juga berdampak pada perekonomian sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, alih-alih memberikan skema pertanggungjawaban atau kompensasi finansial yang jelas atas kerugian masyarakat, manajemen PLN UP3 Berau dinilai sekadar menebar janji manis pemulihan sistem yang tak kunjung tuntas.
Salah satu pelaku UMKM Tanjung Redeb mengungkapkan keresahan yang berdampak langsung pada usahanya. Ia mengatakan bahwa pemadaman listrik pada siang hari dapat mengganggu pekerjaannya. Karena menyababkan matinya kipas angin serta mesin elektronik lainnya.
“Kalo misalnya siang itukan kalo mati lampu tu panas karna berau ini panas banget terus disini kan ada mesin press nah itu mengganggu juga” keluhnya, Kamis (23/7/2026)
Ia juga menambahkan jika adanya pemadaman listrik malam hari sangat berefek langsung pada omset penjualannya, sebab kondisi menjadi gelap hingga membuat pelaku UMKM tersebut memutuskan untuk menutup usahanya lebih cepat.
“Terus itu kalo malam bisa buat kami tutup cepat terus bisa nurunin omset juga gitu” tambahnya.
Kritik dari masyarakat dan pelaku usaha bermula dari tiadanya langkah konkret di luar permohonan maaf tertulis yang diunggah di media sosial. Kerusakan bahan baku makanan, terhentinya operasional toko, hingga hilangnya pendapatan harian para pedagang kecil seolah dipandang sebelah mata tanpa adanya kepastian ganti rugi yang nyata.
Saat dikonfirmasi mengenai langkah pertanggungjawaban nyata dari manajemen PLN Berau terhadap kerugian finansial yang dialami sektor UMKM dan kenyamanan warga, pihak PLN justru kembali berlindung di balik alasan teknis dan proses perbaikan yang terkesan normatif.
Manager PLN UP3 Berau, Rizki Rhamdan Yusup, menegaskan bahwa fokus utama mereka saat ini hanyalah mengembalikan kestabilan aliran listrik, tanpa menyinggung sedikit pun opsi ganti rugi finansial bagi pelanggan yang terdampak.
“PLN memahami bahwa gangguan pasokan listrik dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan berdampak pada aktivitas masyarakat, termasuk pelaku UMKM. Oleh karena itu, fokus utama kami saat ini adalah mempercepat proses pemulihan sistem agar pasokan listrik dapat kembali normal dan aktivitas masyarakat dapat berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Rizki Rhamdan Yusup pada Rabu (22/7/2026).
Sikap PLN yang terkesan pasrah dan hanya berfokus pada perbaikan teknis ini memicu kekecewaan yang mendalam. Pelaku UMKM menilai, permohonan maaf dan percepatan pemulihan adalah kewajiban standar, bukan sebuah bentuk pertanggungjawaban atas dampak finansial yang sudah telanjur diderita masyarakat.
Di sisi lain, manajemen PLN mengklaim telah melakukan berbagai upaya taktis di lapangan guna menekan dampak pemadaman yang kian meluas. Namun, langkah ini dinilai terlambat oleh warga yang sudah terlanjur menanggung dampak buruknya selama beberapa hari terakhir.
Lebih lanjut, Rizki menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya melakukan penanganan terbaik dan menjaga keterbukaan informasi publik terkait perkembangan kondisi kelistrikan di Berau.
“Di samping itu, PLN terus mengoptimalkan penanganan di lapangan, melakukan pengaturan operasi sistem secara terukur untuk meminimalkan dampak kepada pelanggan, serta menyampaikan perkembangan kondisi secara berkala melalui kanal komunikasi resmi agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat. Saat ini PLN fokus memberikan upaya terbaik untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan agar pasokan dapat kembali andal dan stabil. Kami memohon doa, pengertian, serta dukungan dari seluruh masyarakat agar proses pemulihan ini dapat berjalan lancar. Komitmen kami adalah bekerja semaksimal mungkin hingga sistem benar-benar pulih dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan nyaman,” lanjut Rizki Rhamdan Yusup.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa PLN Berau belum memiliki niat atau mekanisme resmi untuk memberikan ganti rugi atas dampak ekonomi warga. Masyarakat kini hanya bisa mengurut dada sembari berharap aliran listrik benar-benar pulih, meski harus menelan sendiri kerugian materiil akibat lemahnya keandalan layanan PLN.

