SAMARINDA – Tugas negara yang dijalankan seorang petugas lapangan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda berakhir dengan tragedi. Asuadi Permana (24), petugas Sensus Ekonomi 2026, meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya terlibat kecelakaan dengan sebuah mobil pikap di Jalan Poros Samarinda–Anggana, Kelurahan Makroman, Kecamatan Sambutan. Samarinda (Jumat 24/7/2026).
Korban mengembuskan napas terakhir di lokasi kejadian akibat luka berat yang dideritanya. Kepergiannya menyisakan duka mendalam bagi keluarga maupun rekan-rekannya di BPS Kota Samarinda, karena saat itu mereka sama-sama sedang menuju lokasi pendataan sensus ekonomi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Asuadi mengendarai sepeda motor Yamaha NMAX bernomor polisi KT 2371 BAH menuju Kelurahan Makroman untuk melakukan pendataan lapangan. Para petugas berangkat secara terpisah menggunakan kendaraan masing-masing.
Di saat bersamaan, sebuah mobil Suzuki Carry pikap bernomor polisi KT 8220 NV yang dikemudikan NI (26) melaju dari arah Makroman menuju Samarinda usai mengantar material bangunan.
Saat melintasi jalan menurun dan menikung, kondisi jalan yang licin usai diguyur hujan diduga membuat mobil kehilangan kendali. Kendaraan kemudian selip, melebar ke jalur berlawanan, dan menghantam sepeda motor yang dikendarai Asuadi.
Benturan keras tidak dapat dihindari. Korban terpental ke badan jalan dan mengalami luka berat di bagian belakang kepala hingga meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).
Sementara itu, mobil pikap terus melaju hingga akhirnya terperosok ke jurang di sisi kiri jalan. Pengemudinya selamat dan hanya mengalami luka ringan di bagian kepala.
“Saat itu jalan licin karena habis hujan. Di tikungan mobil langsung selip. Sudah saya rem, tapi tetap tidak bisa dikendalikan,” ujar pengemudi pikap saat dimintai keterangan di lokasi.
Rekan kerja korban, Tri Subagio, mengaku sangat terpukul setelah mengetahui korban kecelakaan merupakan sahabat sekaligus rekan satu timnya.
“Kami sama-sama mendapat tugas melakukan pendataan Sensus Ekonomi di Makroman. Saya berangkat sendiri, dia juga sendiri. Setelah mendapat informasi ada kecelakaan, ternyata korban adalah rekan kami sendiri,” katanya.
Jenazah korban kemudian dievakuasi petugas gabungan bersama relawan ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda untuk proses lebih lanjut.
Hingga kini, Unit Gakkum Satlantas Polresta Samarinda masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk memeriksa kondisi kendaraan, lokasi kejadian, serta keterangan para saksi.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa petugas lapangan yang menjalankan tugas negara juga menghadapi risiko tinggi di jalan. Di tengah upaya mengumpulkan data demi kepentingan pembangunan nasional, Asuadi justru kehilangan nyawanya sebelum sempat menyelesaikan tugas yang diemban.

