KUTAI KARTANEGARA — Ribuan warga memadati alun-alun Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), untuk menyaksikan kemeriahan Pawai Pembangunan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

 

Pawai tahun ini diikuti 55 kelompok yang berasal dari berbagai unsur masyarakat. Mulai dari pemerintah, lembaga desa, sekolah, komunitas hingga organisasi kemasyarakatan ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

 

Beragam kreativitas ditampilkan para peserta. Namun, unsur budaya daerah menjadi salah satu tema utama yang diangkat dalam Pawai Pembangunan Kecamatan Anggana.

 

Camat Anggana, Rendra Abadi, mengatakan pawai tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari rangkaian perayaan kemerdekaan. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan keberagaman budaya yang hidup di wilayah Kecamatan Anggana.

 

“Pawai ini diikuti 55 kelompok dari berbagai unsur, mulai pemerintah, lembaga desa, sekolah, komunitas sampai organisasi masyarakat. Kita ingin kemeriahan HUT Kemerdekaan ini juga menjadi momentum untuk mengangkat budaya yang ada di Anggana,” ujar Rendra, Kamis.(13/8/2026).

 

Budaya Jadi Warna Utama Pawai

 

Menurut Rendra, pemilihan unsur budaya sebagai tema pawai diharapkan dapat mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih mengenal dan mencintai budaya daerah.

 

Setiap kelompok diberi ruang untuk menampilkan kreativitas masing-masing. Pakaian adat, kesenian, ornamen tradisional hingga berbagai bentuk pertunjukan menjadi bagian dari kemeriahan pawai.

 

Suasana semakin semarak ketika rombongan peserta melintas di hadapan warga yang telah memadati kawasan alun-alun.

 

Rendra menilai antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa semangat memperingati kemerdekaan masih sangat kuat di tingkat kecamatan hingga desa.

 

“Yang paling penting bukan hanya kemeriahannya, tetapi bagaimana masyarakat bisa berkumpul, bersilaturahmi, bergotong royong dan menunjukkan kreativitasnya. Ini bagian dari semangat kemerdekaan,” katanya.

 

Libatkan Berbagai Elemen Masyarakat

 

Rendra menambahkan, keterlibatan 55 kelompok dalam pawai menunjukkan bahwa perayaan HUT ke-81 RI di Kecamatan Anggana menjadi kegiatan bersama.

 

Pemerintah kecamatan tidak ingin peringatan kemerdekaan hanya menjadi kegiatan seremonial. Sebaliknya, momentum tersebut diharapkan dapat memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat.

 

“Kita ingin semua unsur terlibat. Pemerintah, desa, sekolah, komunitas dan organisasi masyarakat bisa bersama-sama merayakan kemerdekaan,” ujarnya.

 

Ia berharap semangat kebersamaan yang terlihat dalam Pawai Pembangunan tidak berhenti setelah acara selesai.

 

“Harapannya semangat gotong royong dan kebersamaan ini terus dijaga. Karena pembangunan di Anggana juga membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat,” pungkas Rendra.