TANJUNG SELOR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kabupaten Bulungan dan sekitarnya selama Agustus hingga awal September 2026 ini tidak hanya menimbulkan kabut asap dan mengganggu jarak pandang serta pernapasan. Peristiwa ini juga menelan korban jiwa.

Seorang warga Desa Sajau Hilir, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Juli Pongamba, 53 tahun, meninggal dunia setelah terlibat dalam upaya pemadaman karhutla selama kurang lebih empat hari empat malam.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 28 Agustus 2026, sekitar pukul 17.30 Wita, di Jalan Trans Desa Sajau Hilir RT 07.

Ps. Kanit Reskrim Polsek Tanjung Palas Timur, Aiptu Harmin, membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Ia menjelaskan jika dari keterangan saksi, saat kejadian Juli bersama sejumlah warga lainnya tengah berupaya memadamkan api di lahan milik warga. Di tengah proses pemadaman, Juli menuju mesin Alkon untuk mengatur tekanan air.

Salah seorang saksi mata, Lalmut, mengatakan Juli sempat dipanggil oleh rekan-rekannya agar menurunkan tekanan mesin. Namun, tidak ada respons.

 

“Dalam keterangan saksi, mereka (Teman-teman) Juli telah berteriak agar tekanan mesin diturunkan, tetapi tidak ada jawaban dari Juli. Lalu saat cek ternyata korban sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri di atas mesin Alkon,” jelas Ps. Kanit Reskrim, Selasa (1/9).

Lalu ia menambahkan bahwa teman korban bernama Lalmut meminta bantuan rekan-rekannya untuk kemudian korban dievakuasi ke Pustu Desa Sajau Hilir menggunakan ambulans. Namun, setelah diperiksa tenaga kesehatan, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Dan Jenazah Juli selanjutnya dibawa ke RSUD Tanjung Selor sebelum dipulangkan ke rumah duka di Jalan Trans Desa Sajau Hilir RT 07.

“Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga mengalami kekurangan oksigen dan kelelahan setelah berhari-hari terlibat dalam pemadaman karhutla,” bebernya.

Lalu dijelaskan dia jika, kondisi lokasi yang dipenuhi asap kebakaran juga diduga memperburuk kondisi korban.

Kematian Juli menjadi gambaran beratnya perjuangan warga dan relawan yang terlibat langsung dalam penanganan karhutla. Selama berhari-hari, mereka harus bekerja di tengah panas, asap tebal, dan kondisi lahan yang terbakar.

Karhutla bukan hanya soal hutan dan lahan yang terbakar. Di balik kepulan asap, ada warga yang mempertaruhkan tenaga dan keselamatannya untuk memadamkan api. (Lia)