SAMARINDA — Kebakaran lahan terjadi di kawasan eks Bandara Temindung, Kelurahan Bandara, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu 12/9/2026.
Api membakar lahan dan merambat mendekati permukiman warga. Kondisi ini membuat warga sekitar langsung berjibaku melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya.
Warga mengambil air dari parit terdekat untuk membasahi area yang terbakar dan mencegah api semakin mendekati rumah penduduk.
Relawan Samarinda, Joko Iswanto, mengatakan warga bersama relawan berupaya mengendalikan kobaran api secara manual.
“Warga bersama relawan berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Air juga diambil dari parit yang ada di sekitar lokasi,” ujar Joko Iswanto.
Menurut Joko, kebakaran diduga bermula dari aktivitas bermain api. Warga disebut melihat adanya anak-anak di sekitar lokasi sebelum kebakaran terjadi.
Selain itu, terdapat tumpukan ban bekas di area tersebut yang ikut terbakar.
“Dugaan sementara memang sengaja dibakar. Ada anak-anak yang mau main api di sekitar lokasi, kemudian ada juga tumpukan ban bekas,” katanya.
Kobaran api yang mendekati permukiman membuat proses pemadaman berlangsung cukup berisiko.
Bahkan, dua relawan yang berupaya memadamkan api terkena kobaran dan mengalami luka bakar pada bagian tangan.
“Saat pemadaman, ada dua relawan yang terkena api. Keduanya mengalami luka bakar di bagian tangan,” ungkap Joko.
Kedua relawan tersebut dibawa ke rumah sakit untuk menanganan media lebih lanjut.
Warga dan relawan terus melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api menjalar lebih luas, khususnya menuju rumah-rumah warga yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran.
Beruntung api bisa di padamkan setelah Disdamkar, DPRD dan relawan kota Samarinda berjibaku memadankan api.
“Api berhasil dipadamkan berkat kerja sama semu lini” ucapnya.
Joko mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran sembarangan, terlebih di tengah kondisi lahan yang mudah terbakar.
“Kami berharap masyarakat lebih berhati-hati. Jangan bermain api atau membakar sesuatu di lahan, karena kalau sudah besar seperti ini sangat berbahaya, apalagi lokasinya dekat dengan pemukiman,” pungkasnya.

