TANJUNG REDEB – Upaya memperluas akses air bersih terus dilakukan Perumda Air Minum Batiwakkal Berau. Sepanjang 2025, perusahaan daerah tersebut mengembangkan jaringan perpipaan di sejumlah wilayah sebagai bagian dari strategi meningkatkan cakupan pelayanan sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus bertambah.
Berdasarkan Laporan Tahunan 2025, pengembangan jaringan dilakukan di beberapa kawasan, mulai dari Tanjung Redeb, Sambaliung, Teluk Bayur, Gunung Tabur, Labanan, Segah hingga Biatan. Wilayah-wilayah tersebut diprioritaskan untuk menjangkau permukiman yang berkembang dan membuka akses layanan bagi masyarakat yang sebelumnya belum menikmati air perpipaan.
Ekspansi jaringan tidak hanya difokuskan pada pembangunan pipa distribusi. Perumda Batiwakkal juga memperkuat infrastruktur pendukung agar pasokan air tetap terjaga seiring meningkatnya jumlah pelanggan.
Sejumlah Instalasi Pengolahan Air (IPA) menjadi bagian dari program pengembangan, di antaranya IPA Labanan, IPA Singkuang, IPA Suaran, IPA Semurut, IPA Biatan, dan IPA Talisayan. Penguatan fasilitas tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas produksi sehingga mampu memenuhi kebutuhan air bersih di berbagai wilayah pelayanan.
Sepanjang 2025, perusahaan mencatat adanya penambahan kapasitas produksi sebesar 100 liter per detik. Untuk memperkuat sistem distribusi, Perumda Batiwakkal juga membangun empat unit reservoir baru dengan kapasitas masing-masing sekitar 1.000 meter kubik yang berfungsi menjaga ketersediaan pasokan, terutama saat kebutuhan air mengalami peningkatan.
Penambahan kapasitas produksi dan penyimpanan tersebut menjadi modal penting dalam menjaga kontinuitas pelayanan, sekaligus mengantisipasi pertumbuhan jumlah sambungan rumah yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
Di sisi lain, perusahaan mengakui perluasan layanan air bersih masih menghadapi tantangan, terutama dari sisi pendanaan. Kebutuhan investasi untuk membangun jaringan baru, meningkatkan kapasitas instalasi, hingga memperluas distribusi air memerlukan anggaran yang jauh lebih besar dibandingkan kemampuan pembiayaan internal perusahaan.
Karena itu, dukungan pembiayaan dari berbagai pihak dinilai menjadi faktor penting agar program pengembangan dapat berjalan lebih cepat dan mampu menjangkau wilayah-wilayah yang hingga kini belum memperoleh layanan air perpipaan secara optimal.
Meski menghadapi keterbatasan tersebut, pengembangan infrastruktur yang dilakukan sepanjang 2025 menunjukkan komitmen Perumda Air Minum Batiwakkal dalam memperkuat sistem penyediaan air bersih di Kabupaten Berau. Melalui peningkatan kapasitas produksi dan perluasan jaringan distribusi, perusahaan menargetkan cakupan pelayanan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan berkembangnya kawasan permukiman baru.

