SAMARINDA – Insiden tragis terjadi di Hotel Mesra, Jalan Pahlawan, Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (14/10/2026) pagi. Seorang bocah perempuan berinisial RKS, berusia tiga tahun, meninggal dunia setelah diduga terjatuh dari lantai lima hotel tersebut.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.30 WITA itu berlangsung ketika kedua orang tua korban sedang sarapan di restoran hotel. Korban ditemukan di area bawah bangunan sebelum akhirnya dievakuasi oleh ayahnya dan dibawa ke rumah sakit.

Kejadian tersebut mengejutkan penghuni maupun pengelola hotel. Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki rangkaian peristiwa yang menyebabkan bocah tersebut terjatuh.

Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu, Ipda Erry Irawan, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menegaskan, penyebab pasti insiden itu belum dapat dipastikan karena proses penyelidikan masih berlangsung.

“Benar bahwa pada hari Rabu tanggal 14 Oktober 2026 telah terjadi kecelakaan, yang mana ada anak yang jatuh dari lantai 5 Hotel Mesra. Sementara masih dalam tahap penyelidikan Polsek Samarinda Ulu,” kata Erry saat ditemui di lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi awal yang diperoleh polisi, kedua orang tua korban sedang berada di restoran untuk sarapan pagi. Sementara itu, korban diduga berada di kamar hotel tanpa didampingi orang tuanya.

“Orang tua yang bersangkutan pada saat itu ada di restoran sedang sarapan pagi. Sepertinya anak tersebut berada sendirian, nanti masih kami dalami terkait keberadaannya,” ujarnya.

Kamar 5101 Diperiksa, Polisi Amankan Barang Bukti

Untuk mengetahui bagaimana peristiwa tersebut terjadi, Tim Inafis Satreskrim Polresta Samarinda bersama jajaran Polsek Samarinda Ulu telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Salah satu lokasi yang diperiksa adalah kamar nomor 5101 di lantai lima, tempat korban menginap bersama keluarganya. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi untuk mendukung proses penyelidikan.

Erry menyampaikan bahwa pihaknya belum meminta keterangan lanjutan dari orang tua korban karena mereka masih berada di rumah sakit.

“Kami sudah melakukan olah TKP dari Inafis dan Polres. Untuk korban sudah dibawa ke rumah sakit. Pihak orang tua saat ini masih di rumah sakit, kemungkinan setelah dari rumah sakit baru akan kami minta keterangan lebih lanjut,” ungkapnya.

Penyidik masih berupaya memastikan posisi korban sebelum kejadian, titik awal jatuhnya korban, serta akses yang memungkinkan bocah tersebut mencapai bagian luar bangunan.

Keterangan dari orang tua dan hasil pemeriksaan di lokasi menjadi bagian penting untuk mengungkap kronologi secara menyeluruh.

Manajemen Hotel Belum Bisa Memastikan Penyebab

Direktur Hotel Mesra, Saparudin, mengaku mengetahui insiden tersebut setelah mendengar teriakan di sekitar hotel pada pagi hari.

Saat itu, ia sedang bersiap menghadiri undangan ulang tahun BPD. Ia kemudian keluar setelah mendengar keributan dan mengetahui adanya seorang anak yang terjatuh.

“Saya baru tahunya tadi sekitar setengah sepuluh. Tadi kan siap-siap mau hadir undangan ulang tahun BPD. Tiba-tiba ada yang teriak-teriak, pas saya keluar baru tahu ada kejadian,” tutur Saparudin.

Ia membenarkan bahwa korban bersama keluarganya merupakan tamu hotel yang menempati kamar 5101 di lantai lima. Meski demikian, pihak manajemen masih mengumpulkan informasi lebih lanjut mengenai keluarga korban dan kejadian tersebut.

Saparudin juga menjelaskan bahwa hotel telah menyediakan sejumlah imbauan agar tamu mengawasi anak-anak. Selain itu, pintu akses menuju bagian luar bangunan disebut menggunakan mekanisme penutup otomatis atau door closer.

“Di pagar-pagar dan belakang pintu biasa ada tulisan peringatan untuk pengawasan anak-anak. Pintu akses ke luar itu harusnya tertutup karena ada door closer. Artinya kalaupun dibuka, dia langsung mengunci sendiri, kecuali ditahan dari dalam,” jelasnya.

Namun, pihak hotel belum mengetahui secara pasti bagaimana korban bisa terjatuh dari lantai lima. Karena itu, manajemen menyatakan akan menunggu hasil penyelidikan sebelum menyimpulkan penyebab kejadian.

Saparudin memastikan pihaknya siap memberikan dukungan kepada kepolisian dalam proses pengungkapan kasus tersebut. Evaluasi terhadap fasilitas dan sistem keselamatan hotel juga akan dilakukan setelah kronologi kejadian diketahui.

“Nanti kita lihat dulu di mana kekurangannya. Karena saat ini kita belum tahu pasti penyebab kejadiannya seperti apa. Pasti akan ada evaluasi ke depannya,” katanya.

Hotel Mesra merupakan salah satu hotel yang telah lama beroperasi di Samarinda. Berdiri sejak 1976, hotel yang berada di Jalan Pahlawan tersebut memiliki berbagai fasilitas, di antaranya restoran dan ruang pertemuan.

Sampai saat ini, polisi masih mendalami penyebab jatuhnya korban. Pemeriksaan terhadap orang tua korban dan pihak manajemen hotel akan menjadi bagian dari upaya memastikan kronologi serta faktor yang melatarbelakangi peristiwa tersebut.