SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud memilih tidak menjawab pertanyaan wartawan saat dimintai konfirmasi sepulang dari Singapura, Selasa (13/10/2026). Upaya awak media untuk melakukan wawancara langsung juga sempat terkendala setelah petugas Satpol PP dan ajudan membatasi akses wartawan kepada gubernur.

 

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.20 WITA, setelah Rudy menerima audiensi Panglima Kogabwilhan II Marsdya TNI Muzafar beserta jajaran di rumah jabatan gubernur.

 

Usai pertemuan, Rudy terlihat mengantar para tamunya hingga ke halaman rumah jabatan. Momen itu kemudian dimanfaatkan sejumlah wartawan untuk mendekat dan mengajukan pertanyaan, termasuk meminta penjelasan mengenai perjalanan dinas maupun kepergiannya ke Singapura.

 

Namun, pertanyaan yang disampaikan awak media tidak mendapat respons. Rudy tetap meninggalkan lokasi tanpa memberikan keterangan kepada wartawan.

 

Di tengah upaya meminta konfirmasi tersebut, sejumlah anggota Satpol PP bersama ajudan terlihat menghalangi wartawan yang hendak melakukan doorstop. Situasi ini membuat awak media tidak memperoleh kesempatan untuk meminta penjelasan secara langsung dari orang nomor satu di Kalimantan Timur tersebut.

 

Sikap Rudy yang tidak menanggapi pertanyaan wartawan kemudian menjadi bahan perbincangan di media sosial. Sejumlah warganet menyampaikan kritik hingga sindiran terhadap sikap gubernur saat berhadapan dengan awak media.

 

Warganet Layangkan Kritik dan Sindiran

 

Respons warganet muncul setelah momen Rudy tidak memberikan jawaban kepada wartawan menjadi sorotan. Salah satu komentar yang beredar melalui Instagram berbunyi, “Lemah ga punya nyali mas ud.”

 

Komentar tersebut mencerminkan kritik seorang pengguna media sosial terhadap sikap Rudy yang tidak memberikan tanggapan saat dimintai keterangan.

 

Sementara itu, akun Instagram andaa.miranda menyinggung kondisi kesehatan Rudy setelah menjalani pemeriksaan di Singapura.

 

“Gmn pak habis berobat? Sprtix udh enakan ya pak!, dah segerrr bgt, ky gak sakit,” tulis akun tersebut.

 

Beragam komentar itu menunjukkan bahwa sikap Rudy saat kembali ke Samarinda turut menjadi perhatian publik, terutama di tengah polemik mengenai keberadaannya di luar negeri.

 

Perjalanan ke Singapura Jadi Sorotan Publik

 

Sebelum kembali ke Kalimantan Timur, perjalanan Rudy ke Singapura telah lebih dahulu menuai perhatian masyarakat. Kepergiannya dipersoalkan sejumlah warganet karena berlangsung ketika wilayah Kalimantan Timur menghadapi persoalan kabut asap dan penurunan kualitas udara.

 

Foto Rudy bersama istrinya saat berada di Singapura beredar di platform Threads. Polemik tersebut bahkan mendapat perhatian media Malaysia, Sinar Harian, yang memberitakan kritik publik terhadap perjalanan gubernur di tengah persoalan kabut asap.

 

Menanggapi polemik tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Ririn Sari Dewi, menjelaskan bahwa perjalanan Rudy ke Singapura bertujuan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

 

Ririn juga menyebut Rudy telah memperoleh izin dari Menteri Dalam Negeri sebelum melakukan perjalanan ke luar negeri.

 

Menurut keterangan Diskominfo, Rudy berangkat ke Singapura pada Sabtu (10/10/2026) dan kembali ke Kalimantan Timur pada Selasa (13/10/2026). Perjalanan tersebut, kata Ririn, telah melalui prosedur perizinan kepada pemerintah pusat.

 

Penjelasan pemerintah daerah itu memberikan keterangan mengenai tujuan perjalanan Rudy sekaligus prosedur perizinan yang telah ditempuh. Meski demikian, gubernur belum menyampaikan penjelasan secara langsung kepada wartawan ketika dimintai konfirmasi setelah tiba di Samarinda.

 

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan langsung dari Rudy Mas’ud mengenai alasan dirinya tidak merespons pertanyaan wartawan maupun situasi yang terjadi saat awak media berupaya melakukan wawancara.

 

Konfirmasi dari gubernur masih diperlukan untuk melengkapi pemberitaan dan memberikan ruang bagi Rudy menjelaskan persoalan yang menjadi perhatian publik tersebut.